• Kamis, 11 Agustus 2022

Dr Sonia Wibisono: Kunci Jadikan Generasi Emas, Sinergitas Lintas Sektor Atasi Tuberkulosis

- Selasa, 6 Agustus 2019 | 23:59 WIB
Duta Tuberkulosis Indonesia, dr Sonia Wibisono dan dr Reisa Broto Asmoro bersama Menkes  Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM(K) menghadiri pertemuan TB Stop Partnership Dunia
Duta Tuberkulosis Indonesia, dr Sonia Wibisono dan dr Reisa Broto Asmoro bersama Menkes Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM(K) menghadiri pertemuan TB Stop Partnership Dunia

“Saat ini Pemerintah Indonesia memperkuat infrastruktur yang akan meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antar daerah, bahkan lintas pulau. Kalau TBC tidak dapat dikendalikan lintas sektor, penyebaran TBC di Indonesia dapat semakin meluas dan membebani negara,” ujar Menkes Nila Moeloek.

Menurutnya, dengan target eliminasi TBC 2030, Indonesia membutuhkan aksi dari sektor lain dalam upaya mengakhiri TBC.

“Media dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit ini lewat wadah media cetak maupun daring. Dari bidang perhubungan, perlu turut memastikan semua mode transportasi mengimplementasikan sistem pencegahan dan penanggulangan infeksi yang berkualitas. Dari bidang sosial dan kewirausahaan, swasta maupun publik, juga perlu terlibat memastikan bagaimana pasien TBC terutama yang kurang mampu agar mempunyai perlindungan sosial. Mereka tetap membutuhkan pemasukan yang cukup semasa pengobatan yang panjang untuk membeli makan yang bergizi. Di bidang pendidikan, sistem Unit Kesehatan Sekolah dapat dimanfaatkan untuk memantau gejala TBC pada guru maupun murid," urainya.

Pentingnya keterlibatan berbagai pihak juga ditekankan oleh Arifin Panigoro, selaku Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia.

“September 2018 lalu, para pemimpin negara membaca deklarasi politis di Sidang PBB untuk TBC, salah satu poinnya adalah menggerakkan lintas sektor sebagai aktor penutup kesenjangan dalam merespon epidemi tuberkulosis. Ini komitmen politis yang juga harus segera diterjemahkan di tingkat nasional oleh sektor publik dan swasta. Dari sudut pandang moral maupun ekonomi, investasi untuk menguatkan program TBC secara komprehensif, termasuk untuk riset serta pengembangan inovasi, adalah jawaban logis untuk membantu Indonesia mencapai target eliminasi TBC 2030,”ujar Arifin Panigoro.

Chairman Medco Grup ini menjelaskan bahwa sebetulnya, TBC juga berdampak pada sektor swasta. Pada skala makro, suatu korporasi dapat mengalami penurunan produktivitas akibat kematian prematur dan kesakitan yang dialami oleh pekerja. Bonus demografi yang diprediksikan menjadi generasi emas Indonesia akan berbalik menjadi bencana jika kita tidak bermitra untuk mengakhiri TBC.

Ragam sudut pandang serta masukan dari orang-orang dengan latar belakang yang berbeda dapat menjadi ide penting dalam perancangan serta implementasi pendekatan-pendekatan yang lebih inovatif.

Salah satunya dengan melibatkan figur publik sebagai Duta Tuberkulosis (Goodwill TB Ambassador) dalam menyebarluaskan informasi TBC secara konsisten pada masyarakat.

Dr. Sonia Wibisono kembali menekankan ancaman TBC yang perlu perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan karena penyakit ini rentan menular melalui udara sehingga siapa pun bisa terkapar tertular.

"TBC tidak hanya beresiko terjadi kepada orang yang tinggal di pemukiman kumuh, tetapi juga pada dokter, perawat, eksekutif muda, maupun pekerja di bidang entertainment dan media, sekalipun. Penyakit menular ini lintas usia, lintas gender, dan lintas sosial. Siapa pun, apa pun dan dimana pun dapat berisiko tertular,” ungkap Sonia Wibisono, selain dikenal sebagai dokter juga influencer ini.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB

Diluncurkan Rumah Sehat Untuk Masyarakat Jakarta

Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:14 WIB
X