• Selasa, 16 Agustus 2022

Safari Dirjen IKMA; Lewat Program CBI, Kemenperin Aktif Tumbuhkan Wirausaha Muda

- Sabtu, 13 Juli 2019 | 12:03 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

JAKARTA: Kementerian Perindustrian, melalui Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), terus aktif mendorong pengusaha muda di bidang ekonomi kreatif untuk mengambil peluang dari bonus demografi atau besarnya penduduk usia produktif melalui program Creative Business Incubator (CBI)

"Melalui program ini, para pelaku industri kreatif pemula di berbagai bidang (kriya, fesyen, logam dan lainnya) akan diberi pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scaling-up)," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Dirjen IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/7/2019).

Guna menyosialisasikan program Creative Business Incubator (CBI) yang bertujuan meningkatkan kapasitas bisnis pelaku industri pemula itu, Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka, mengadakan safari ke berbagai wilayah. Termasuk talkshow Creative Talk di Pendopo Art Space Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dibuka Dirjen IKM pada Selasa (9/7/2019), yang dilanjutkan ke Magelang.

Menurut Gati, pelatihan dan pendampingan pengembangan bisnis itu merupakan tahapan krusial mengingat banyak pelaku usaha kreatif pemula yang sudah mampu menjalankan usaha namun mengalami kendala ketika akan meningkatkan kapasitas usahanya.

Sesuai data dari Kemenperin RI, jumlah pengusaha muda ekonomi kreatif yang berusia di bawah 30 tahun masih relatif rendah, yaitu sebesar 10,68 persen dari total pengusaha ekonomi kreatif yang mencapai sekitar 8,2 juta orang.

"Di sisi lain, pada 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana proporsi usia produktif antara 20 sampai 39 tahun diperkirakan mencapai 88.064.800 jiwa. Sehingga perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda agar bisa mengambil peluang itu," katanya.

Dalam melaksanakan CBI itu, Dirjen IKMA Kemenperin melalui Bali Creative Industry Center berkolaborasi dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya yang merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik di negara Indonesia.

Gati menjelaskan, Yogyakarta atau DIY dipilih secara umum dalam pelaksanaan Creative Talk ini karena potensi ekonomi kreatif Yogyakarta yang cukup besar, selain itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan pelaku industri kreatif.

Pelaksanaan Creative Talk di Yogyakarta ini juga bersamaan dengan pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) yang di dalamnya terdapat pasar seni yang diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif yang sudah dikurasi Dinas Kebudayaan DIY.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB
X