• Jumat, 7 Oktober 2022

Raih WTP 3 Tahun Berturutan, Mentan Amran: Ini Oleh-oleh Ramadan

- Selasa, 11 Juni 2019 | 15:40 WIB
Mentan Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada media usai halal bihalal, Selasa (11/6/2019) di Jakarta. (suarakarya.id/laksito)
Mentan Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada media usai halal bihalal, Selasa (11/6/2019) di Jakarta. (suarakarya.id/laksito)

JAKARTA: Mentan Amran Sulaiman mengatakan raihan opini WTP tahun 2018 ini merupakan komitmen Kementan untuk memperbaiki sistem keuangan yang akuntabel tidak lagi diragukan. Kementan hingga saat ini sudah sangat bagus dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

"Raihan opini WTP ini merupakan oleh-oleh Ramadhan buat kita semua. Apalagi kita berhasil meraih opini WTP selama tiga tahun berturut-turut, sehingga menjadi sejarah baru," kata Amran saat halal bihalal dengan Keluarga Besar Kementan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Seperti diwartakan, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali berhasil pertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah 10 tahun, opini WTP ini diraih Kementan di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman secara berturut dalam tiga tahun terakhir yakni sejak 2016 hingga 2018.

Menurut Amran, perolehan opini WTP ini adalah prestasi besar Kementan di era Pemerintahan Jokowi-JK. Pasalnya di tahun 2006-2007 Kementan mendapatkan opini Disclaimer atau tidak menyatakan pendapat. Kemudian pada 2008-2012 mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan 2013-2014 mendapatkan opini WTP Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP). Status WDP kembali didapatkan Kementan di 2015.

“Kita teruskan tradisi kinerja laporan keuangan yang baik ini. Kementerian Pertanian bekerja dengan uang rakyat, sehingga anggaran benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan petani dan pemenuhan pangan masyarakat secara luas,” tegasnya. 

Lebih lanjut Amran menjelaskan kembalinya Kementan meraih opini WTP ini tentu berkat masih terjaganya komitmen dalam menindak tegas praktik atau tindakan korupsi di lingkup Kementan. Amran memastikan tak ada ruang bagi pihak internal Kementan maupun eksternal yang melakukan korupsi atau penyelewengan anggaran dalam bentuk apapun.

Faktanya, selama empat tahun terakhir, telah melakukan mutasi-demosi pegawai sebanyak 1.479 pegawai, diberikan sanksi 844 pegawai dan bahkan ada yang dipecat karena melakukan penyelewengan atau korupsi. 

Bahkan Amran berani mengundang KPK untuk berkantor di Kementan, memeriksa langsung tata kelola yang tengah dijalankan.

"Inilah bentuk nyata keseriusan bahwa penindakan praktik korupsi di Kementan benar-benar tidak diberikan ruangan dan tidak pandang bulu. Oleh karena itu, keberhasilan memerangi korupsi dan terlepas dari praktik-praktik KKN, Kementan tiga tahun berturut-turut mendapat status WTP,” bebernya.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

Hari Jadi ke-495, Momentum Kebangkitan Indramayu

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:04 WIB

DKI Jakarta Beri Bantuan Hibah ke 11 Daerah

Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:49 WIB
X