BNN: GMDM Kota Surabaya Paling Aktif Sosialisasikan P4GN

- Jumat, 26 April 2019 | 21:48 WIB

SURABAYA: Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin aktif melakukan sosialisasi untuk menekan kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Surabaya. Mereka mengklaim, kasus narkoba di ibu kota Jatim ini sudah semakin parah menyusul semakin mudahnya akses menuju Pulau Madura.

Menurut Ketua GMDM Kota Surabaya, Yayuk Sriwahyuningsih, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya sudah aktif melakukan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) hingga 120 kali. "Tapi semakin aktif kita bergerak, jumlah pelanggaran kasus narkoba di kota ini justru semakin banyak," ujarnya, Jum'at (26/4/2019).

Ironisnya, kata dia, dalam kondisi yang semakin parah seperti sekarang, perhatian masyarakat termasuk dari berbagai institusi masih sangat kurang. Meski demikian, dia tetap berharap mendapat dukungan meski kenyataannya masih banyak elemen swasta dan pemerintah yang sama sekali tidak tertarik untuk ikut melakukan pencegahan.

Pihaknya terus berusaha menggelorakan semangat pada 2.000 relawan militannya, agar tidak bosan melakukan sosialisasi anti narkoba. Dia mengingatkan, gerakan yang dilakukan itu murni panggilan hati, yang sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat.

Sementara even Sosialisasi P4GN yang akan digelar di Giant Surabaya pada Minggu (28/4/2019) ini, rencananya akan melibatkan berbagai elemen dengan jumlah peserta 1.500 orang. Selain mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan perlindungan sosial, pihaknya juga menggandeng operator ojek online Nusantara Ojek (Nujek).

Ojek Online ikut digandeng karena menurut Yayuk, banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang terkait dengan angka kriminal di Kota Surabaya. "Ojek Online membuka lapangan kerja, mendukung perekonomian dan memberi aktifitas pada masyarakat yang pada gilirannya bakal menjauh dari narkoba," ujarnya.

Pada bagian lain, BNN Kota Surabaya mengklaim maraknya kasus penyalahgunaan narkoba banyak ditopang oleh faktor geografis yang dekat dengan Pulau Madura. "Saat ini, jalur transit memasukkan narkoba ke Surabaya semakin mudah. Karena akses dari dan menuju Madura semakin gampang," ujar Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN KOta Surabaya, Indah Sutantri.

Pihaknya mengakui, butuh keterlibatan berbagai kalangan untuk menekan kasus penyalahgunaan narkoba di kota ini. Tapi sayangnya dari berbagai lembaga anti narkoba yang ada, hanya GMDM yang terlihat paling aktif mensosialisasikan P4GN. "Lainnya hanya sekedar bersilaturahmi dan melakukan audiensi ke kantor kami," ujarnya.

Sebaliknya, hanya GMDM yang sering mengajak BNN Kota Surabaya untuk melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat. Bahkan sejak tiga tahun silam, BNN selalu diajak untuk menghadiri berbagai kegiatan yang digelar, mulai deklarasi anti narkoba, berbagai macam festival, senam dan menjadi pembicara dalkam even yang digelar oleh GMDM.***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Info Cuaca dari BMKG, Jabodetabek Cerah Hari ini

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:40 WIB
X