• Selasa, 16 Agustus 2022

Bisa Gantikan Sutera, Dirjen IKMA Sarankan Penenun Gunakan "Bamberg"

- Rabu, 20 Maret 2019 | 20:05 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

JAKARTA: Benang sutera sebagai bahan baku utama perajin batik dan tenun semakin sulit didapat. Selain sulit didapat, para perajin pun mengeluhkan tingginya harga benang sutera.

Namun kini, ada bahan baku pengganti benang sutera, namanya "bamberg". Bamberg terbuat dari bijih kapas yang selama ini dianggap sampah. Sudah beberapa tahun terakhir dikembangkan di Jepang, dan sudah lulus uji coba, bahkan ramah lingkungan.

"Sekarang ini, kita sedang mensosialisasikan ke IKM tenun dan batik bahwa ini ada bahan baku baru, yang sangat mirip dengan benang sutera. Namanya bamberg. Nah biar mereka nanti coba," ujar Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, disela Pameran Adiwarsa Nusantara, Rabu (20/3/2019), di JCC.

Gati mengaku akan menggarap bahan pengganti sutera ini, lebih serius karena berpotensi sebagai subtitusi impor, menggantikan serat sutera.

"Tahun lalu saya ketemu dengan calon investornya. Mereka bilang sepanjang demand di sini tinggi, mereka akan pindahkan pabriknya ke Indonesia. Itu bagus sekali. Itu yang saya mau kejar, kalau ada pabriknya di sini, maka centernya ada di sini. Itu kita bisa kejar harganya sehingga produk-produk ekspor kita bisa lebih bersaing," ujarnya..

Gati menuturkan, perusahaan Jepang penghasil bamberg, itu memanfaatkan biji kapas yang merupakan waste industri pemintalan benang kapas.
Untuk mengganti serat sutra, perusahaan Jepang itu melebur biji kapas menjadi benang, dengan karakteristik kapas namun halus seperti sutera.

Disebutkan, calon investor Jepang itu telah melakukan penjajakan lahan di kawasan Wajo, Sulsel, untuk budidaya tanaman kapas secara besar-besaran.

"Ini kan sumber bahan baku. Kalau mereka bisa masuk ke pasar sutera Nusantara, ekspor kita akan lebih besar sekitar 10 persen," ucap Gati.

Gati menambahkan pada tahap awal ini, sejumlah perajin batik-tenun masih impor bamberg dari Jepang.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB
X