RI-Ceko Jajaki Peningkatan Investasi Dan Ekspor Industri

- Senin, 17 September 2018 | 16:49 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Ketua Senat Republik Ceko Milan Stech (tengah) seusai melakukan pertemuan di Kementerian perindustrian, Jakarta, 17 September 2018. (Dok. Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Ketua Senat Republik Ceko Milan Stech (tengah) seusai melakukan pertemuan di Kementerian perindustrian, Jakarta, 17 September 2018. (Dok. Kemenperin)

“Saat ini, Indonesia termasuk negara yang memiliki program jaminan kesehatan terbesar. Selain itu, industri farmasi Indonesia tengah memulai pengembangan lebih lanjutnya,” imbuh Airlangga. 

Peluang investasi selanjutnya ada di teknologi mini hydro,  yang merupakan bagian dari penyediaan energi terbarukan di remote area dan merupakan peluang yang siap digarap di Indonesia. 

Untuk memberikan keyakinan kepada para pelaku industri Ceko, Menperin menegaskan, Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyiapkan strategi dan arah yang jelas untuk memasuki era revolusi industri generasi keempat.

Salah satu program strategisnya, yakni memberikan insentif fiskal. “Nantinya ada insentif untuk inovasi hingga 20 tahun serta skema tax allowance untuk inovasi hingga 200 persen. Ini tentu sangat membantu industri yang berproduksi untuk pasar dalam negeri maupun untuk Asean Community,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Milan Stech menuturkan, beberapa peluang kerja sama industri tersebut sangat menarik dikembangkan bagi pihak Ceko. “Kami punya anggota Kadin mencapai 15.000 dari berbagai sektor usaha,” ucapnya.

Stech pun menyebutkan, Ceko telah memiliki beberapa sektor manufaktur unggulan di kancah global, seperti industri otomotif, pesawat terbang, dan logistik. “Kami juga sudah memroduksi kereta dengan kecepatan 200 km/jam yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Ceko, menurut Stech, juga memiliki industri komponen medis dan farmasi. Sedangkan terkait hidroenergi, Stech menilai paling menaruk. "Itu merupakan peluang yang menarik dan kami punya banyak hal yang bisa ditawarkan," katanya. Ceko telah menerapkan teknologi canggih di bidang hidroenergi, yang produknya sudah diekspor.

Sebelum bertemu dengan Menperin, Delegasi Senat Republik Ceko telah diterima Presiden Joko Widodo dengan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachir di Istana Merdeka. “Indonesia berkomitmen untuk terus memajukan kerja sama dengan Ceko di berbagai bidang, khususnya di bidang perdagangan dan industri,” tegas Jokowi.

Menurut catatan Kementerian Perindustrian, pada tahun 2017, total transaksi perdagangan RI-Ceko mencapai USD 265,68 juta atau mengalami peningkatan sebesar 12 persen dibanding periode 5 tahun sebelumnya. 

Sementara itu, selama tahun 2010-2015, total nilai investasi Ceko di Indonesia mencapai USD 34,35 juta. Sedangkan, pada 2016-2017, investasi Ceko di sektor manufaktur mencapai USD 499,5 ribu untuk 3 proyek, meliputi industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika. ***

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

Disparbud Kota Bekasi Kembangkan Wisata Raftimg

Kamis, 2 Februari 2023 | 08:31 WIB

Diguyur Hujan Deras, Sembilan Ruas Jalan Tergenang

Rabu, 1 Februari 2023 | 20:59 WIB
X