• Selasa, 31 Januari 2023

Mendes PDTT: Stop Kekerasan Anak, Mereka Penentu Masa Depan Bangsa

- Minggu, 22 Januari 2023 | 22:55 WIB
Stop kekerasan anak
Stop kekerasan anak
 
 
SUARAKARYA.ID: Stop kekerasan anak, sebagai cikal bakal penentu masa depan bangsa, anak harus selalu dilindungi dan dijaga agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
 
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menekankan, agar stop kekerasan anak dan pentingnya perlindungan anak dari segala tindak kekerasan.
 
Gus Halim, sapaan akrab Mendes PDTT juga mengajak semua pihak untuk turut mensukseskan gerakan stop kekerasan anak dan  perlindungan anak, yang digagas Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar.
 
 
Perlindungan anak, imbuhnya, sama pentingnya dengan perlindungan terhadap perempuan, yang menjadi salah satu tujuan dalam SDGs Desa.
 
"Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Perempuan ibu-ibu adalah pejuang-pejuang yang menentukan kualitas hidup masyarakat dan bangsa kita ke depan," kata Gus Halim di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/1/2023).
 
Dia minta agar akhiri seluruh kekerasan pada perempuan, akhiri seluruh kekerasan pada anak. Stop kekerasan pada perempuan dan anak
 
 
Seperti diketahui, pemberitaan tentang kejahatan terhadap anak masih marak terjadi salah satunya berupa kekerasan seksual. 
 
Gus Halim menyatakan, hal tersebut harus segera diatasi, di antaranya melalui penguatan regulasi. Sehingga, anak-anak bisa tumbuh nyaman dan aman.
 
"Kita semua setiap hari disajikan berita-berita yang sangat mengiris hati, terkait dengan kekerasan perempuan dan anak. Karena itu, hari ini di Jawa Timur kita serukan dan gerakkan untuk stop kekerasan pada perempuan dan anak," tutur Gus Halim.
 
 
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat laporan kasus kekerasan terhadap anak tahun 2019 sebanyak 11.057. Angka tersebut naik menjadi 11.278 pada tahun 2020. 
 
Berikutnya tahun 2021 ada 14.517 dan tahun 2022 tercatat sebanyak 11.012 kasus kekerasan anak. Meskipun jumlahnya menurun dibandingkan sebelumnya, namun kejadian pada anak akhir-akhir ini menjadi sangat memperhatinkan. 
 
Sementara itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak telah dilandasi oleh rumusan yang termaktub dalam SDGs Desa dan diaplikasikan di level desa. Keberpihakan kepada perempuan juga ditegaskan langsung pada tujuan kelima yakni keterlibatan perempuan desa. ***
 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baksos Bibir Sumbing, Kembalikan Senyum Anak-Anak NTB

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:49 WIB
X