• Minggu, 5 Februari 2023

Hadapi Tahun Politik, Polda DIY Inisiasi Doa Lintas Agama dan Pengajian Akbar Bareng Gus Miftah

- Sabtu, 14 Januari 2023 | 16:29 WIB
Polda DIY inisiasi doa lintas agama dan pengajian akbar bareng Gus Miftah (istimewa )
Polda DIY inisiasi doa lintas agama dan pengajian akbar bareng Gus Miftah (istimewa )

SUARAKARYA.ID:  Mengawali tahun 2023 dan memasuki tahun politik jelang Pemilu 2024 mendatang, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia datang dari berbagai arah. Selain potensi resesi global, Indonesia pernah mengalami situasi yang cukup panas menjelang pesta demokrasi sebelumnya.

Tantangan yang dihadapi tersebut bila tidak ditanggulangi secara bersama-sama akan berpotensi sebagai ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Seperti tantangan menguatnya politik identitas, disinformasi dan hoax, serta ujaran kebencian menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan.

Merespon situasi tersebut, Polda DIY menggandeng Pemerintah Propinsi DIY, Korem 072/Pamungkas dan didukung Kraton Jogja, serta para tokoh dan ulama menggelar pengajian akbar, Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Miftah di Pasar Bantul, Jumat 13 Januari 2023.

Baca Juga: RS Bhayangkara DIY Kini Melayani Pemulasaraan Jenazah Lebih Komprehensif dan Forensik untuk Bantu Penyidikan

Dihadiri ribuan warga masyarakat berbagai kalangan dari kabupaten Bantul dan sekitarnya, bahkan tidak hanya jamaahnya Gus Miftah saja, namun juga dari warga masyarakat dengan agama yang berbeda.

Ngaji kebangsaan dan Doa Awal Tahun untuk Indonesia ini turut dihadiri Kapolda beserta Wakapolda DIY, Danrem 072/Pamungkas, Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Bupati Bantul, serta para pejabat Forkopimda dan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu.

Baca Juga: Gabungan Ormas DIY dan Magelang Lakukan Aksi Simpatik Dukung Polda DIY Berantas Kejahatan

Di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa lintas agama, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Kalasan tersebut memberikan kajian tentang indahnya perbedaan.

Dimulai dari perbedaannya tafsir antar Imam Maliki, Imam Hambali, Imam Syafii, dan Imam Hanafi. Hingga perbedaan menjadi hal yang seharusnya tidak dipermasalahkan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X