Tanam Massal Pohon Kelor, Menko PMK Sebut Tanaman Multi-Gizi

- Rabu, 7 Desember 2022 | 22:28 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (pegang cangkul)
Menko PMK Muhadjir Effendy (pegang cangkul)
 
 
SUARAKARYA.ID: Tanam massal pohon kelor, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaannya (Menko PMK) Muhadjir Effendy gelar Aksi Nyata Gerakan  Nasional Revolusi Mental Penanaman Sepuluh Juta Pohon, di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Rabu (7/12/2022). 
 
Tanam massal pohon kelor, sebanyak 1.000 pohon  ditanam bersama-sama dengan Staf Ahli Gubernur Riau Yurnalis Basri, Pj. Bupati Kampar Kamsol, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Amir Lutfi, serta seluruh mahasiswa yang hadir.
 
Pada tanam massal pohon kelor ini, Menko PMK menyatakan, pohon kelor dipilih karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Sehingga, mampu memenuhi kebutuhan gizi balita,  agar terhindar dari masalah stunting. 
 
 
"Tanaman Kelor itu memiliki multi manfaat termasuk daunnya dapat digunakan sebagai penambah gizi masyarakat. Khususnya, bagi balita dalam mencegah stunting di Indonesia," terangnya. 
 
Dia juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk lebih semangat dan menciptakan budaya menanam pohon, sebagai kebutuhan dan sekaligus menjadi gaya hidup baru.
 
"Marilah kita kobarkan semangat menanam, termasuk menanam pohon kelor ini. Kalau menebang itu cukup waktu yang singkat. Namun, menanam itu membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya jadi menanam itu lebih penting dan berharga," ungkapnya. 
 
 
Aksi Nyata ini merupakan implementasi nilai gotong royong, dimana dunia pendidikan bersama Pemerintah dan masyarakat bersama-sama melakukan aksi, khususnya untuk mengurangi angka stunting.
 
Semangat gotong royong merupakan salah satu nilai dari revolusi mental, yang telah terbukti dalam menyelesaikan permasalahan salah satunya Pandemi Covid-19. Tentu saja berkat dukungan dari sejiwa dan semangat gotong royong yang tumbuh di masyarakat dengan sangat baik. 
 
Menko PMK menyebut pentingnya menjaga nilai gotong royong dalam membangun bangsa Indonesia. Karena, Indonesia dijadikan contoh baik terhadap negara lainnya, dalam mengimplementasikan nilai gotong royong tersebut. 
 
 
"Kita adalah contoh baik untuk negara lain, yang menyadari betapa pentingnya kerja sama, saling bahu membahu, solidaritas, berempati bersama ketika menghadapi kesulitan seperti pandemi Covid-19 lalu," tuturnya. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X