• Selasa, 31 Januari 2023

Gempa Cianjur, Kemensos Bangun Sumur Bor, Pasok 10 Ribu Liter Air Bersih Untuk Pengungsi

- Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
Air bersih dari sumur bor
Air bersih dari sumur bor
 
 
SUARAKARYA.ID: Kebutuhan korban gempa Cianjur yang sangat krusial adalah air bersih. Warga terdampak kesulitan air bersih karena sarana untuk itu ikut hancur terdampak gempa
 
Apalagi mereka harus hidup di pengungsian. Karenanya, guna membantu para korban gempa Cianjur. Kemensos memasok tambahan air bersih dengan membuat sumur bor di beberapa lokasi pengungsian. 
 
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pengungsi gempa Cianjur, Kemensos membangun sumur bor di sejumlah titik. Di antaranya di Lapangan Jagaraksa Kecamatan Warung Kondang dan Lapangan Cariu Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
 
 
“Bu Menteri Sosial mengarahkan untuk melakukan pengeboran air, agar bisa digunakan untuk warga pengungsi. Tentu di kondisi bencana dan tempat pengungsian ini kebutuhan air bersih sangat besar, maka pasokannya harus memadai,”  kata Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Rahmat Koesnadi, di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022). 
 
Proses pengeboran air penuh perjuangan, sehingga baru selesai selama 7 hari. Karena, di dalam tanah banyak terdapat bebatuan. 
 
Namun, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar pengeboran berhasil. Bebatuan di dalam tanah menyebabkan mata bor beberapa kali rusak. Suku cadang harus didatangkan dari Bandung dan pengerjaan tertunda.
 
 
Selama pengeboran, curah hujan tinggi dari sore hingga malam juga menyebabkan proses pengeboran sedikit terganggu. Demi mengejar waktu proses pengeboran dilanjutkan hingga malam hari.
 
Waktu pengeboran di malam hari membutuhkan upaya ekstra. Walau begitu, sumur bor berhasil mengeluarkan air bersih setelah mencapai kedalaman 32 meter. Pembuatan sumur bor yang memakan waktu cukup lama kini membuahkan hasil.
 
Pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 550 pengungsi dan 100 petugas yang terdiri dari tim Kemensos, Tagana, relawan, TNI/Polri di posko Warung Kondang. Dalam sehari, air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan petugas mencapai 10.000 liter.
 
 
Selain, untuk mandi, air bersih sangat dibutuhkan untuk mencuci, berwudhu hingga memasak di dapur umum. Pasokan air bersih ini ditampung di 7 tandon air ukuran 1.100 liter dan 2.200 liter. Penyediaan tandon air merupakan kolaborasi dari Kemensos, Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat.
 
“Awalnya agak susah dapat air, _kudu kaluhur_ (harus ke atas) ka mata air. Tapi Alhamdulillah setelah dibantu Kemensos jadi ada terus airnya. Butuh tiap pagi, apalagi untuk wudhu, mandi, nyuci. Sekarang semua kecukupan air," terang Egeg.
 
Manfaat air bersih ini dirasakan dan disampaikan salah satu pengungsi Egeg Widianti.
 
Pengelolaan bor air ini merupakan kolaborasi UPT dan Direktorat Teknis Kemensos, yaitu Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta, Sentra Handayani Jakarta, serta Direktorat PSKBA.
 
 
Pengeboran juga dilakukan di Posko Lapangan Cariu Kecamatan Cugenang. Saat ini sudah mencapai kedalaman 30 meter. Namun, karena kondisi tanah yang berbatu, proses pengeboran masih terhambat. 
 
Selain pengeboran sumur, Kemensos juga menyediakan penjernih air di 3 titik pengungsian. Yaitu di Lapangan Jagaraksa Kecamatan Warung Kondang, Lapangan Cariu Kecamatan Cugenang, serta Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.
 
Di Desa Nagrak, sampel air hasil penjernihan bahkan sedang dalam pengecekan kelayakan di laboratrium puskesmas. Pengecekan kelayakan ini untuk mengetahui apakah air bisa untuk dikonsumsi/siap minum.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baksos Bibir Sumbing, Kembalikan Senyum Anak-Anak NTB

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:49 WIB
X