• Selasa, 31 Januari 2023

Gempa Cianjur, Pemerintah Berikan Bantuan Pendidikan dan Pendampingan Psikososial Bagi Anak 

- Rabu, 30 November 2022 | 22:20 WIB
 Plt Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Aris Darmansyah
Plt Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Aris Darmansyah
 
 
SUARAKARYA.ID: Gempa Cianjur dan sekitarnya, yang terjadi 21 November 2022 silam, telah menelan korban sebanyak 327 jiwa meninggal dunia, 703 jiwa luka-luka, 13 jiwa masih dalam pencarian, dan 108.720 jiwa terpaksa mengungsi.
 
Selain korban jiwa, gempa Cianjur juga  mengakibatkan kerugian di berbagai sektor salah satunya adalah sektor pendidikan. Dimana terdapat 665 satuan pendidikan terdampak yang terdiri dari 2.393 ruang kelas mengalami rusak parah. Sehingga, proses belajar mengajar menjadi terganggu. 
 
Plt Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Aris Darmansyah mengatakan, saat ini  pemerintah sedang menginventarisir segala kebutuhan darurat pada sektor pendidikan paska gempa Cianjur
 
 
"Pada sektor pendidikan, saat ini pemerintah terus berupaya untuk memenuhi segala kebutuhan yang sangat mendesak. Mulai dari penyiapan lokasi sekolah darurat hingga sarana pendukung pembelajaran darurat lainnya," jelas Aris pada Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Paska Gempa Cianjur Pada Sektor Pendidikan dan Penanganan Anak secara daring, Rabu (30/11/2022). 
 
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyalurkan sejumlah bantuan pendidikan seperti 75 tenda kelas darurat, 20 tenda keluarga, 500 set meja lipat, 71 School In The Box, serta 2.500 paket perlengkapan belajar siswa (School Kit). 
 
Informasi itu, disampaikan Kepala Biro Umum, Pengadaan Barang, dan Jasa Kemendikbudristek Triyantoro. Dia mengatakan, masyarakat dapat ikut berpartisipasi, dalam memberikan bantuan pendidikan bagi para korban yang terdampak. 
 
 
"Partisipasi aktif masyarakat baik dalam memberikan sumbangsihnya maupun membantu penyaluran bantuan pendidikan ini sangat kita harapkan," tuturnya. 
 
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan pemberian perlindungan dan pendampingan, terhadap anak-anak yang menjadi korban bencana alam itu. Karena, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena masalah psikologis paska gempa
 
Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, salah satu bentuk perlindungannya melalui dukungan Psikososial Anak. 
 
 
"Dukungan Psikososial pada anak ini dilakukan untuk mengurangi perasaan trauma paska terjadinya gempa serta memberikan ketenangan dan meningkatkan toleransi diantara korban," Jelas Deputi Femmy. 
 
Sejalan dengan hal itu, Nahar selaku Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengatakan, pemerintah telah mengirimkan tim pendamping dalam rangka penyelenggaraan perlindungan khusus anak di situasi darurat bencana. 
 
"Kami juga telah mengirimkan tim  pendamping dan telah mendirikan Tenda Ramah Perempuan dan Anak, untuk menyelenggarakan Layanan Dukungan Psikososial," jelasnya. 
 
 
Penyelenggaraan Layanan Dukungan Psikososial dilakukan pada lima Kecamatan. Yaitu Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cianjur, Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Gekbrong, serta Kecamatan Pacet.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baksos Bibir Sumbing, Kembalikan Senyum Anak-Anak NTB

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:49 WIB
X