• Minggu, 5 Februari 2023

Gempa Cianjur, Mensos Menyisir Pengungsi yang Sulit Terjangkau Sembari Saluran Bantuan

- Minggu, 27 November 2022 | 08:53 WIB
Mensos Tri Rismaharini (membungkuk) menjenguk warga di tenda pengugsian gempa Cianjur.
Mensos Tri Rismaharini (membungkuk) menjenguk warga di tenda pengugsian gempa Cianjur.
 
 
SUARAKARYA.ID: Enam hari paska gempa Cianjur, yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah di kabupaten itu, Menteri Sosial (Mensos)Tri Rismaharini kembali hadir di lokasi bencana, Sabtu (26/11/2022). 
 
Di bawah rinai hujan, dia menyisir penyintas gempa Cianjur, di titik-titik pengungsian yang jauh dari jangkauan. Salah satunya adalah pengungsian di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Nagrek. 
 
Di kampung itu, ada empat titik pengungsian gempa Cianjur yang disambangi. Mensos datang untuk memberi penguatan moril terhadap masyarakat, sekaligus menyerahkan bantuan tambahan, berupa makanan siap santap, tenda keluarga, tenda serbaguna, serta kasur. 
 
 
Masih dalam kondisi hujan rintik, dengan mengenakan jas hujan dan sepatu bot, Mensos menyusuri persawahan yang licin dan berlumpur. Tanpa ragu, dia menjejak kemiringan tanah persawahan yang curam untuk memastikan beberapa pengungsian yang sulit terjangkau, agar tetap dapat terpenuhi kebutuhannya. 
 
“Saya sudah sampaikan bahwa kawan-kawan (Kemensos) yang bertugas di masing-masing titik untuk mendirikan posko tanggap darurat. Setelah itu, segera masuk ke daerah pelosok, sisir semua wilayah yang masih berada dalam kawasan itu. Pastikan warga terbantu. Pastikan bantuan mereka terima,” terangnya. 
 
Mensos ingin memastikan, petugas lapangan Kemensos terus bergerak. “Memang kita harus jalan. Saya tugaskan sekarang seluruh (petugas) posko itu masuk ke dalam-dalam (kawasan yang sulit dijangkau) untuk mencari itu (korban terdampak gempa),” ujarnya menegaskan. 
 
 
Tercatat sedikitnya 280 KK telah mengungsi di tenda-tenda terpal di Kampung Panyaweuyan. Untuk memudahkan pendistribusian makanan, Mensos minta bantuan makanan siap santap untuk korban gempa, disimpan di area sekitar gerbang kampung.
 
Nanti perwakilan dari masing-masing pengungsi, datang ke sana, untuk mengambil bantuan. Guna memudahkan dan mempercepat pendistribusian bantuan.
 
Masih di bawah guyuran hujan, Mensos melanjutkan penyisiran lokasi pengungsian. Kedatangannya membawa keceriaan bagi para pengungsi. Dengan penuh kehangatan dia menyapa. 
 
 
“Assalamualaikum, permisi ibu. Ibu-ibu butuh apa, nanti kami bawakan? Tenda yah?” tanya Mensos
 
“Makasih ibu. Ibu, makasih!” teriak warga dengan sukacita. 
 
“Saya tambahkan 10 tenda biru, 5 tenda kecil, serta 60 kasur lipat yah,” tutur Mensos.
 
“Makasih Bu," balas warga serempak dengan antusias. 
 
 
Masih di lokasi yang sama Kepala Sentra Inten Soeweno M Oni Royani menjelaskan, di luar tambahan itu, khusus di Kampung Panyaweuyan, Kemensos telah memasang 8 tenda keluarga. Kemenos juga telah menyerahkan bantuan berupa peralatan dapur 67 set, food ware 67 set, kasur 90 buah, pembalut 30 dus besar.
 
“Malam ini secara bertahap akan kami tambahkan 4 unit tenda serbaguna. Dan saya pastikan malam ini juga sudah terpasang di titik-titik pengungsian,” kata Royani.  
 
Dia memastikan, sembako juga sudah diantarkan ke dapur umum mandiri Desa Kampung Panyaweuyan.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X