Rachmat Hidayat: Selama Guru Masih Ada, Peradaban Manusia Tidak akan Hancur

- Jumat, 25 November 2022 | 14:39 WIB
Anggota DPR RI Dapil LOmbok H Rachmat Hidayat (Suara Karya/Istimewa)
Anggota DPR RI Dapil LOmbok H Rachmat Hidayat (Suara Karya/Istimewa)


SUARAKARYA.ID: Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih tiada henti untuk seluruh guru di Bumi Gora. Bagi Rachmat, Guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Karena itu, guru tak akan pernah berhenti menjadi pelita untuk anak bangsa.

Bersama para guru di seluruh NTB, Rachmat ikut bersuka cita atas perayaan Hari Guru yang diperingati di seluruh Indonesia hari ini, 25 November 2022. Seluruh guru kata Rachmat, layak mendapat apresasi dari semua pihak pada hari ini.

Rachmat terlahir dari keluarga guru. Ayahandanya, Guru Ramiah, adalah tokoh dan tenaga pendidik yang memiliki nama sangat masyhur di Lombok Timur. Karena itu, Rachmat tahu persis, bagaimana mereka yang menempuh jalan hidup untuk mengajar, akan belajar dua kali lipat lebih keras daripada anak didiknya.

Baca Juga: Lirik Lagu Hymne Guru

“Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni seorang sosok guru,” imbuh Rachmat, Jumat 25 November 2022.

Baca Juga: Banyak Lirik Lagu Bertemakan Guru Ada di Sini

Bagi Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini, suka cita dan momentum perayaan Hari Guru harusnya dimaknai dalam dua sudut pandang. Bagi ibu dan bapak guru, mereka harus menyadari bahwa dirinya adalah inspirator dan teladan bagi murid dalam bersikap dan berperilaku. Sebab, guru adalah semangat bagi murid tidak saja dalam mempelajari dan menekuni ilmu, tapi juga sebagai contoh dalam berakhlak.

“Karena kedudukan yang mulia tersebut, seorang guru adalah cermin jernih tanpa noda bagi murid, bukan sebaiknya. Dengan demikian, guru harus tetap menjaga akal budinya,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Sementara bagi murid, momentum Hari Guru ini, harus menjadikan mereka semakin memahami bahwa tanpa guru, mereka tidak akan mengerti diri dan lingkungannya. Para murid harus menyadari bahwa kehidupannya sekarang adalah hasil jerih payah dan keikhlasan guru-gurunya dalam mendidik. Keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan murid tidak bisa dipungkiri adalah berkat peran dari guru yang telah mengisi akal budinya sehingga tangguh mengadapi bahtera kehidupan.

“Karena itu, tidak pantas bagi siapa pun untuk melupakan jasa guru,” tandas tokoh kharismatik Bumi Gora ini.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB
X