• Selasa, 6 Desember 2022

Gempa Cianjur, Fokus Pencarian Korban Tertimbun di Empat Titik 

- Kamis, 24 November 2022 | 04:13 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (membungkuk) menyalami dan menyapa korban gempa Cianjur.
Menko PMK Muhadjir Effendy (membungkuk) menyalami dan menyapa korban gempa Cianjur.
 
 
SUARAKARYA.ID: Pencarian korban gempa Cianjur, saat ini fokus mengutamakan evakuasi korban, baik korban luka maupun meninggal, pada korban yang tertimbun atau dalam reruntuhan
 
Selain pencarian korban, penanganan gempa Cianjur, juga mulai ditujukan pada perbaikan infrastruktur vital yang terputus akibat reruntuhan

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indonesia, per Rabu (23/11/2022) siang, korban meninggal akibat gempa Cianjur sebanyak 284 jiwa, sementara 151 jiwa masih dalam pencarian.
 
 
Semua itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di Jakarta, Rabu (23/11/2022). 
 
“Mudah-mudahan masih ada yang bisa diselamatkan. Dan untuk infrastruktur vital sudah beberapa kita selesaikan. Terutama jalur nasional, kemudian jalur kabupaten, serta  jembatan yang terputus juga sudah ditangani oleh Kementerian PUPR,” tutur Menko PMK
 
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini terus dilakukan pencarian di 4 (empat) titik. Yang diperkirakan masih ada korban tertimbun.
 
 
Keempat titik itu, yakni di Kampung Cugenang, Rawa Cina Desa Nagrak, Salakawung Desa Sarampat, serta Warung Sate Sinta. Lokasi ini termasuk wilayah terdampak terberat, banyak bangunan runtuh. 
 
"Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pencarian karena titik evakuasi masih bisa dijangkau," ujar Menko PMK
 
Hanya memang, terangnya, titik evakuasi cukup luas dan dalam. Sehingga, membutuhkan waktu dalam proses pencariannya. 
 
"Jika menggunakan alat berat dikhawatirkan akan mengenai korban,” kata dia. 
 
 
Di sisi lain, Menko PMK menyatakan, agar penanganan dampak gempa Cianjur lebih efektif, kegiatan tanggap bencana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara simultan. 
 
Dikemukakannya, pemerintah terus melakukan pendataan rumah yang terdampak rusak ringan, sedang hingga berat. Dia memerintahkan pihak terkait melakulan pendataan secepat mungkin, agar dapat segera dilakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
 
“Saya sudah menginstruksikan jajaran BASARNAS, Pemda, BNPB dan lainnya. Untuk segera mendata jumlah rumah yang rusak dan segera diklasifikasi rusaknya," tutur Menko PMK
 
 
Agar ketika masa tahap tanggap bencana, lanjutnya, yang kira-kira akan berlangsung sekitar tiga minggu ini, diupayakan langsung menuju tahap rehab-rekon. "Dengan demikian, penderitaan para korban tidak terlalu lama,” ucapnya. 
 
Jumlah rumah rusak akibat gempa Cianjur saat ini sedikitnya 28.078 rumah. Angka ini masih tentatif berdasarkan data sementara BPBD.
 
“Data ini masih tentatif karena akan diverifikasi lagi oleh Kementerian PUPR. Kalau sudah fix, akan ditangani dalam bentuk bantuan uang. Yakni Rp.10 juta untuk rusak ringan,  Rp.25 juta untuk rusak sedang, dan Rp.50 juta untuk rusak berat. Semua prosesnya akan diawasi agar sesuai prosedur,” jelas Menko PMK.***
 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ke - 64, Pemprov NTB Gelar Donor Darah

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:15 WIB

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X