• Selasa, 6 Desember 2022

Gempa Cianjur, Banyak Korban Patah Tulang, Menko PMK Minta Dokter Ortopedi 

- Selasa, 22 November 2022 | 21:40 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (baju putih) menjenguk korban gempa Cianjur.
Menko PMK Muhadjir Effendy (baju putih) menjenguk korban gempa Cianjur.
 
 
SUARAKARYA.ID: Korban gempa Cianjur, banyak yang mengalami patah tulang. Pemerintah akan mengerahkan bantuan dokter ahli ortopedi atau bedah tulang untuk membantu menangani korban. 
 
Merespon kondisi korban gempa Cianjur itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, dirinya telah berkontak dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mengirimkan bantuan dokter ahli ortopedi.
 
Selain itu, guna menangani korban gempa Cianjur, Menko PMK juga telah meminta bantuan dokter dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
 
 
Semua itu disampaikannya saat mengunjungi RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,  Selasa (22/11/2022).
 
"Tadi Pak Menkes sudah berjanji ada 6 orang dokter ortopedi yang sedang dalam perjalanan. Dan MDMC juga ada 1 orang dokter yang sudah sampai hari ini," terangnya. 
 
Menko PMK mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan dokter bedah tulang sangat mendesak. Untuk keadaan gawat darurat seperti di Kabupaten Cianjur ini. 
 
Berdasarkan data dari RSUD Sayang pada Selasa (22/11/2022) pukul 11.00 WIB korban luka-luka sebanyak 525 orang. Sedangkan korban tewas mencapai 108 jiwa.
 
 
Dalam kunjungannya ke RSUD Sayang Cianjur, dia melihat langsung banyak korban luka-luka yang di rawat di tenda perawatan. Korban luka mulai dari orang dewasa, orang tua, hingga anak-anak. 
 
Kebanyakan mereka mengalami cedera patah tulang dan luka lebam. Akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 5,6.
 
"Memang yang sangat dibutuhkan adalah dokter bedah ortopedi. Karena banyak korban luka yang mengalami patah tulang," ujarnya.
 
Sebelum mengunjungi RSUD, Menko PMK bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwi Korita berkunjung ke posko pengungsian di Lapangan Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang.
 
 
Setelah dari posko, Menko PMK bersama rombongan menuju ruas jalur nasional Cianjur-Cipanas, Kecamatan Cugenang yang tertutup reruntuhan longsor akibat gempa. Dalam kesempatan itu rombongan akan mendampingi peninjauan yang dilakukan Presiden Joko Widodo.
 
Momen menarik terjadi dalam perjalalanan menuju jalur nasional Cianjur-Cipanas. Karena akses yang sempit dan macet akibat jalur yang  tidak memadai, Menko PMK memutuskan untuk membonceng sepeda motor, yang dikendarai  Gubernur Ridwan Kamil.
 
Menko PMK menyatakan, pemerintah totalitas dalam menangani tanggap darurat bencana  Cianjur. Dia menerangkan, pemerintah telah mengalokasikan Dana Siap Pakai Biaya Tidak Terduga dari Pemerintah Kabupaten sebesar Rp 5 miliar, lalu Pemerintah Provinsi mengalokasikan Rp 20 miliar.
 
 
Kemudian dana  bersifat elastis yang sesuai kebutuhan itu dialokasikan BNPB. Sekarang BNPB telah mengalokasikan Rp 500 juta untuk konsumsi dan Rp 1,5 miliar untuk operasional. 
 
Selain itu, BNPB juga memfasilitasi operasional TNI-Polri dalam penanganan bencana. Pemerintah melalui BNPB dan Kemensos menyediakan tenda darurat yang layak dengan keperluan logistik yang lebgkap. 
 
Ditambah dapur umum di posko-posko pengungsian untuk warga. Pemerintah juga menyediakan helikopter dari BNPB dan Basarnas, untuk antisipasi evakuasi dari wilayah yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat.
 
"Jadi Insya Allah semuanya bisa tertangani dengan baik," ucap Menko PMK.***
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X