• Selasa, 6 Desember 2022

Gempa Cianjur, Menko PMK: Prioritaskan Tolong Korban, Intensifkan Pencarian di Timbunan

- Selasa, 22 November 2022 | 19:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy dibonceng Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, tinjau lokasi gempa di Cianjur.
Menko PMK Muhadjir Effendy dibonceng Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, tinjau lokasi gempa di Cianjur.
 
 
SUARAKARYA.ID: Gempa Cianjur, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, agar prioritaskan pertolongan korban dengan pencarian di reruntuhan atau timbunan. 
 
"Untuk korban gempa Cianjur, kita prioritaskan menggali timbunan-timbunan yang diperkirakan ada korban hidup. Kita targetkan hari ini selesai. Mudah-mudahan masih bsia diselamatkan," tuturnya. 
 
Dalam penanganan korban gempa Cianjur, pemerintah telah bergerak cepat paska gempa, yang mengguncang kabupaten tersebut dengan magnitudo 5,6.
 
 
Semua itu disampaikan Menko PMK, usai melakukan koordinasi tanggap bencana Gempa Bumi Kabupaten Cianjur, bersama Bupati Cianjur, Gubernur Jawa Barat, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, KASAD, serta jajaran BPBD, di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).
 
Menko PMK menerangkan, pihak BNPB telah menyuplai logistik dan kebutuhan dasar bagi para korban. Juga telah dibangun pokso utama di Kantor Bupati Cianjur
 
Kemudian, Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan Dana Siap Pakai (DSP) Rp20 miliar, Pemerintah Kabupaten mengalokasikan Rp5 miliar, serta BNPB sudah menyalurkan bantuan sementara sebesar Rp500 Juta bantuan lain Rp1.5 miliar. Dana elastisitas juga akan dialokasikan melalui BNPB.
 
"Dari pihak pemerintah sudah membuat langkah-langkah cepat, dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi beserta jajarannya," tuturnya. 
 
 
Karenanya, Menko PMK menyampaikan ucapan terima kasih kepada  Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, serta seluruh jajaran, yang telah mengambil langkah cepat. Sehingga, penanganannya tidak bertele-tele, tepat waktu, serta bisa ditangani secara cepat. 
 
Seperti diketahui, gempa terjadi pada Senin (21/11/2022) pukul 13.20 WIB berskala sedang. Tapi, mengakibatkan daya rusak yang luar biasa. 
 
Karenanya, untuk penanganan tanggap bencana memprioritaskan korban akan dilakukan secara paralel dan mengutaman semua korban, baik korban selamat, korban cedera, serta korban meninggal dunia.
 
Menko PMK menyatakan, akan dilakukan pendataan rumah yang terkena rusak ringan, berat, hingga fatal. Dia memerintahkan pihak terkait supaya melakulan pendataan secepat mungkin. Agar bisa langsung melakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
 
 
"Dirancang kira-kira rekonstruksi bagaimana. Mulai dari kerusakan ringan sampai kerusakan berat. Harus tuntas. Nanti akan dibantu buat rumah tahan gempa. Kerusakan berat akan dibantu penanganannya oleh BNPB dan PUPR. Nanti akan diklasifikasi supaya mudah ditangani," terangnya. 
 
Menko PMK menyampaikan, untuk fasilitas umum seperti akses jalan nasional dan jalan provinsi yang terputus, karena tertimbun longsoran akibat gempa juga ditargetkan selesai pada siang ini (Selasa, 22/11/2022).
 
Agar akses tidak lumpuh total, dan juga akan dilakukan pembangunan sementara, pada jembatan yang putus akibat gempa.
 
Kemudian, untuk sarana prasarana seerti masjid, sekolah, madrasah, akan dibantu penanganan oleh kementerian terkait. Seperti Kementerian PUPR, Kemendikbudristek, Kemenag.
 
 
Untuk antisipasi penanganan korban, Menko PMK juga akan melakukan koordinasi dengan Kemenkes untuk membantu tenaga kesehatan ke posko. Agar bisa menangani korban cedera parah dan penanganan penyakit di posko pengungsian. 
 
Pihak TNI juga akan membantu membuat RS lapangan, untuk menangani korban. Pada kesempatan itu, Menko PMK juga menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam. 
 
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur, jumlah korban tewas akibat gempa bumi Magnitudo 5,6 suda mencapai 162 jiwa. Jumlah korban tewas masih belum bisa dipastikan, mengingat kodnsi lapangan yang belum pasti. 
 
 
Selain korban tewas, laporan BPBD  juga mencatat gempa menyebabkan 362 orang luka ringan hingga berat, 2.345 rumah rusak berat, serta sedikitnya 13.400 orang mengungsi.*** 
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ke - 64, Pemprov NTB Gelar Donor Darah

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:15 WIB

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X