Bangunan  Sekolah, Menko PMK Minta Pastikan Sesuai Standar Keamanan

- Rabu, 16 November 2022 | 01:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (berpeci) menyerahkan bantuan perbaikansrkolah di Playen, Gunung Kidul.
Menko PMK Muhadjir Effendy (berpeci) menyerahkan bantuan perbaikansrkolah di Playen, Gunung Kidul.
 
 
SUARAKARYA.ID: Bangunan sekolah harus sesuai standar keamanan, dan semua sekolah menerapkan standar dalam pembangunan gedung.
 
Terkait standar bangunan sekolah tersebut, dikemukakan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, usai mengecek SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (14/11/2022) petang.
 
Seperti diketahui bangunan sekolah SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul tersebut atap ruang kelasnya roboh dan menewaskan seorang murid. 
 
 
"Pembangunan gedung tolong harus betul-betul melibatkan tim ahlinya. Jangan membangun sendiri (tidak melibatkan ahli), harus betul-betul sesuai standar bangunan," ujar Menko PMK menegaskan. 
 
Pada kesempatan itu, Menko PMK juga menyampaikan  belasungkawa atas kejadian menyedihkan itu. Dan mengharapkan kejadian serupa bisa dicegah melalui perencanaan yang sesuai standar.
 
Acuan standar dalam pembangunan sekolah, lanjutnya, bertujuan untuk keamanan. Seperti halnya jika bangunan sekolah berada di daerah rawan gempa, maka harus mengacu standar bangunan tahan gempa.
 
 
"Seperti di wilayah gempa, kan sudah ditetapkan standar bangunan khusus gempa," ujarnya.
 
Terlepas dari hal itu, Menko PMK memastikan pembangunan atap SD Muhammadiyah Bogor, Playen segera dilakukan. Dia menyebut, Kemensos hingga Pemkab Gunungkidul bakal ikut andil dalam perbaikan konstruksi atap SD tersebut.
 
"Saya sudah minta untuk segera diperbaiki. Tadi ada bantuan dari Bu Mensos memberikan santunan kepada para korban, dan akan dibantu juga untuk biaya pemulihan atapnya oleh Pak Bupati (Gunungkidul) nanti diambilkan dari APBD," terang Menko PMK
 
 
Healing Pascatrauma
 
Keberadaan SD, imbuhnya, sangatlah penting untuk membentuk sumberdaya manusia (SDM) yang unggul. Apalagi, jika anak-anak cerdas berdampak pada majunya masyarakat di wilayah tersebut.
 
"Karena ini (SD) kan untuk mencerdaskan anak-anak Gunungkidul, kalau sekolah maju masyarakatnya kan maju juga," katanya.
 
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyebut,  pihaknya siap membantu perbaikan SD tersebut. Bahkan, pagi tadi sudah dilakukan trauma healing bagi ratusan murid di Balai Kalurahan Playen.
 
 
"Itu pasti, kami akan bantu untuk perbaikan kerusakannya," ucapnya.
 
Saat ini, ratusan murid SD Muhammadiyah Bogor, Playen Gunungkidul menjalani trauma healing pascatragedi ambruknya atap SD yang menewaskan satu murid, Selasa (8/11/2022) lalu. Pasalnya, beberapa murid trauma hingga takut untuk masuk sekolah lagi. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X