Cegah Stunting, SidoMuncul Gandeng Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, Bali Bantu Rp500 Juta

- Minggu, 13 November 2022 | 10:06 WIB
Cegah stunting, Direktur SidoMuncul menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, Bali membantu Rp500 Juta untuk program penurunan angka stunting di Pulau Dewata  (AG Sofyan )
Cegah stunting, Direktur SidoMuncul menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, Bali membantu Rp500 Juta untuk program penurunan angka stunting di Pulau Dewata (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.ID: PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk makin menebar Program Bakti Sosialnya. Setelah hampir dua dekade menggelar operasi katarak serta sumbing bibir dan langit-langit, SidoMuncul kali ini membantu Program Pemerintah menurunkan angka stunting.
 
Menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Warmadewa, Bali SidoMuncul menggelar program Pentacome 1000+ To Stop Stunting And Create A Golden Generation.
 
 
Bersamaan pelaksanaan kegiatan yang digelar di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, dari Jakarta, tepatnya di Kantor SidoMuncul Cipete, Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat menyerahkan secara simbolis dari SidoMuncul berupa bantuan untuk pencegahan stunting bersama Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa Bali senilai Rp 500 Juta.
 
Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat menyatakan program pendampingan mahasiswa berorientasi masyarakat berbasis keluarga berkualitas untuk stunting tuntas Generasi Emas Indonesia Maju.
 
 
"Program ini merupakan implementasi kerjasama dan Nota Kesepahaman antara PT Industri Jamu Dan Farmasi SidoMuncul Tbk dengan Universitas Warmadewa Bali tentang kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dan juga implementasi dari Program Matching Fund 2022 dalam bentuk kegiatan Tri Dharma (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)," ujar Irwan Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/11/2022).
 
Seperti diketahui Program Matching Fund ini adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara insan perguruan tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan menggunakan platform Kedaireka.
 
 
Salah satu tujuannya adalah untuk membentuk ekosistem Merdeka Belajar seperti yang digelorakan oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.
 
Kegiatan konkret program ini dengan melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa melalui pendampingan 1 mahasiswa dengan 1 ibu hamil beserta keluarga, dan lingkungannya, pasangan usia subur (PUS), calon pengantin (Catin), dan balita hingga umur 2 Tahun. 
 
 
"Tahun ini, seperti yang dilaporkan oleh staf saya Bambang Supartoko selaku Penanggung Jawab Comdev SidoMuncul, akan ada 417 mahasiswa yang terlibat dengan 417 penerima manfaat program yang berada di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali," ungkap Irwan.
 
"Dan dari komunikasi yang baik dan kerjasama selama ini dengan Universitas Warmadewa, saya bersyukur dapat gagasan atau ide baru. Dengan momentum Ulang Tahun SidoMuncul yang ke 71 tahun, perusahaan kami dapat berkat jadi punya program baru dengan adanya kegiatan bantuan untuk penurunan angka stunting di Bali ini. Ini jadi kick off dan semoga menjadi awal yang baik buat SidoMuncul dengan program baru bantuan untuk pencegahan stunting di Indonesia. Bahwa faktanya ada di masyarakat yang perlu dibantu juga yaitu stunting," beber Filantropi Indonesia ini.
 
 
Dengan begitu, lanjut Irwan, adanya kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
 
Irwan mengatakan melalui peran mahasiswa yang juga para generasi intelektual dan sebagai agen perubahan ini, dalam tataran praksis dapat terjun langsung untuk membantu masyarakat dari ancaman stunting.
 
 
"Bila ada satu orang tidak stunting itu sudah bagus sekali. Jadi saling membantu untuk mengatasi masalah stunting itu lebih bagus lagi," terangnya.
 
Tambahan Bantuan Rp250 Juta
 
Dijelaskan Irwan, awalnya bantuan hanya berupa suplementasi saja. Lalu tambahan Rp250 Juta diberikan lagi untuk ibu-ibu di Kecamatan Payangan tersebut.
 
 
SidoMuncul menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, Bali SidoMuncul menggelar program Pentacome 1000+ To Stop Stunting And Create A Golden Generation dan memberikan bantuan Rp500 Juta untuk program penurunan angka stunting di Pulau Dewata (AG Sofyan )
"Kalau produk SidoMuncul Suprasi itu ASI-nya bisa bagus jika makanannya cukup. Kalau makanannya untuk ibu dan anak nggk cukup, ya tujuan untuk tambahan gizi juga nggk tercapai kan..Maka dari itu tadi saya menambahkan Rp 250 Juta lagi  diberikan kepada ibu-ibu yang membutuhkan tambahan gizi 14 desa di Kecamatan Payangan," ungkap salah orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes ini.
 
Irwan juga menyebut di sepanjang wilayah desa, Daun Katuk bisa mudah tumbuh di lingkungan rumah warga. Daun Katuk bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. 
 
 
"Jadi cukup mudah diolah sama seperti sayuran lainnya. Bernilai gizi sangat baik untuk kebutuhan ibu dan pertumbuhan anak-anak," jelas herbalis ini.
 
Implementasi Merdeka Belajar 
 
Terhadap peran serta mahasiswa dalam program pendampingan ini, Irwan merespon positif kehadiran mahasiswa turun ke tengah-tengah masyarakat. 
 
"Ini membuktikan Program Merdeka Belajar sangat bermanfaat. Berkat gagasan Mas Menteri Nadiem Makarim itu, mahasiswa jadi tahu kenyataan kehidupan masyarakat. Program yang dilakukan mahasiswa FK Warmadewa tersebut juga dapat ditiru mahasiswa Fakultas Kedokteran lainnya," tutur Irwan.
 
 
"Mereka melakukan tugas nyata. Mahasiswa belajar kenyataan hidup. Kalau cuma baca buku dan teori memang tidak jelek.Tetapi dapat digabungkan dengan pelajaran hidup di lapangan akan saling melengkapi dan semakin baik lagi," imbuhnya.
 
Dengan begitu Irwan mengaku, siap menambahkan stunting jadi bagian Program SidoMuncul di tahun ini dan tahun 2023, selain yang sudah lebih jalan untuk kegiatan katarak dan bibir sumbing. 
 
 
Bila ada kegiatan stunting, tentang kekurangan gizi, pihaknya akan turut berpartisipasi.
 
Dalam kesempatan di Bali, SidoMuncul memberikan bantuan  senilai Rp.500 Juta dalam bentuk :
 
1. Paket Suplementasi akan diberikan kepada 417 paket dewasa (Ibu hamil dan pasangan usia subur), yakni Suprasi, Sari Daun Kelor.
 
Dan Tolak Angin 254 paket anak-anak (anak-anak di bawah usia 2 tahun), yakni: Tolak Angin Anak dan l Anak sehat.
 
2. Bibit Tanaman Kunyit, Kelor, Kencur, dan Katuk  diberikan kepada 417 keluarga.
 
 
3. Memberikan edukasi berupa pelatihan tentang peningkatan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dengan menyelenggarakan pelatihan mengenai pengenalan dan pembudidayaan Toga, pemanfaatan Toga dan Agribisnis Toga, serta uang tunai sebesar Rp 250 Juta. ***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan langsung lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB
X