• Selasa, 7 Februari 2023

Adde Rosi Peduli Masa Depan Anak: Pentingnya Literasi Digital Cegah Kekerasan Dampak Gadget Tak Terkontrol

- Kamis, 10 November 2022 | 22:45 WIB
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa yang juga Anggota Komisi III DPR RI peduli masa depan anak mengingatkan pentingnya literasi digital untuk mencegah kekerasan dampak gadget tak terkontrol (AG Sofyan )
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa yang juga Anggota Komisi III DPR RI peduli masa depan anak mengingatkan pentingnya literasi digital untuk mencegah kekerasan dampak gadget tak terkontrol (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.ID: Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengingatkan pentingnya literasi digital sebagai salah satu cara untuk mencegah perilaku kekerasan yang akhir-akhir ini relatif marak terjadi, khususnya di kalangan remaja.
 
Adde Rosi bisa merasakan kekhawatirannya sebagai Ibu dari anak-anaknya yang tak ingin masa depannya rusak karena kecanduan bermain game yang lebih banyak content kekerasan.
 
 
"Anak saya di rumah itu main game tiap hari. Setelah diperhatikan ternyata di dalam game itu banyak terkandung nilai-nilai kekerasan,” ungkap Adde Rosi bersama Andika Hazrumy pada acara sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang digelar P2TP2A Provinsi Banten di Serang, Banten.
 
Andika yang juga Pembina P2TP2A Provinsi Banten tentu sangat berkepentingan mengawal perilaku anak-anak agar tidak terpengaruh dengan permainan digital generasi Z dan Y ini.
 
 
Andika dan Adde selalu memberikan pemahaman kepada anak mengenai permainan digital tersebut secara sehat dan bijak. 
 
Selain itu kedua pasutri yang juga dikenal sebagai publik figur ini juga mengaku tetap memberikan batasan-batasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi anak dari dunia digital, sekaligus batasan waktu maksimal yang diperbolehkan untuk bermain dengan gadget maupun piranti digital lainnya.
 
 
Menurut Wagub Banten ini, paparan tayangan-tayangan kekerasan yang dikonsumsi anak dari permainan di telepon pintar jika dibiarkan tanpa adanya filter, bisa jadi membuat pemahaman keliru bagi sang anak bahwa kekerasan tersebut sesuatu yang biasa atau lumrah.

“Karena itu, sekarang ini kita juga prihatin dengan maraknya kekerasan Yang dilakukan remaja di jalanan yang terjadi di sejumlah wilayah di Banten,” ungkap Andika.
 
Baca Juga: Lirik Lagu Apuse Dan Terjemahannya

Selain tayangan kekerasan yang biasanya didapat dari permainan game, lanjut Andika, literasi digital tersebut juga perlu dilakukan terhadap sejumlah tayangan negatif lainnya seperti pornografi.
Pembina Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Andika Hazrumy bersama Ketua P2TP2A Adde Rosi melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Serang, Banten dan mengingatkan pentingnya literasi digital terhadap kekerasan anak (AG Sofyan )
Hal ini pula yang turut mendorong terjadinya kekerasan seksual yang dilakukan remaja.

“Kasus perkosaan dan pelecehan seksual saya dengar tadi juga yang paling banyak dilaporkan di Kecamatan Keragilan ini,” kata Andika.
 
 
Andika juga meminta kepada peserta dalam kegiatan sosialisasi ini, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari kalangan perempuan, pemuda, ulama hingga aparat pemerintahan dan keamanan se-Kecamatan Keragilan, agar tidak lelah untuk terus mensosialisasikan konsekuensi hukum dari melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

“Tolong beri tahu semua orang kalau melakukan KDRT itu adalah tindakan pidana yang bisa menyebabkan hukuman penjara tidak cukup sebentar dan denda yang tidak sedikit,” jelasnya.
 

Sementara itu Ketua P2TP2A Provinsi Banten yang juga Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar Adde Rosi Choerunnisa mengatakan saat ini pemerintah dan DPR RI ikut merasakan keprihatinan, yang tinggi terhadap KDRT. Hal itu terbukti dengan sudah disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan UU Perlindungan Anak.
 
Pada kesempatan tersebut, dia meminta peserta yang hadir untuk aktif mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak takut untuk melapor jika mendapati peristiwa KDRT atau bahkan jika menjadi korbannya langsung.
 
 
“Laporkan sejak dini. Semuanya bermula dari yang biasa, lama-lama taruhannya nyawa bisa melayang,” tandas Srikandi Beringin di Komisi III DPR RI ini. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X