• Selasa, 7 Februari 2023

Perkawinan Anak, Menko PMK  Dukung Gerakan Pencegahan di Jateng

- Rabu, 9 November 2022 | 23:52 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan, jongkok) berdialog dengan para siswi.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan, jongkok) berdialog dengan para siswi.
 
 
SUARAKARYA.ID: Nyanyian jingle "Jo Kawin Bocah" (Jangan Kawin Anak), dalam rang mencegah perkawinan anak menyambut kedatangan Menko PMK Muhadjir Effendy di SMKN Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/11/2022).
 
Nyanyian ini merupakan bentuk dukungan Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang dikreasikan oleh Forum Anak Jawa Tengah.
 
Kunjungan Menko PMK selain memberi dukungan pencegahan perkawinan anak. Sekaligus, bertujuan untuk mengampanyekan tablet tambah darah untuk kesehatan remaja putri yang akan menjadi calon ibu
 
 
Tablet darah bertujuan untuk mencegah anemia karena haid dan untuk kesehatan rahim. Pada kesempatan itu, para siswi SMKN Tembarak dibagikan tablet tambah darah oleh pihak sekolah dan  BKKBN. 
 
Mereka diajak untuk mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin setiap pekannya. Dilakukan pula konsumsi secara simbolis oleh beberapa siswi.
 
"Tadi dilakukan pembagian pil tambah darah untuk siswi. Dan itu supaya secara rutin berkesinambungan di Kabupaten Temanggung. Untuk menyelamatkan remaja dari kurang darah, yang berakibat fatal pada kesehatan rahimnya," tutur Menko PMK
 
 
Selain rutin pembagian tambah darah, Menko PMK juga minta agar para siswi juga difasilitasi kegiatan keputrian oleh pihak sekolah. Untuk berbagi cerita soal masalah keputrian. 
 
Dia minta langsung kepada guru bidang kesiswaan. Hal itu bisa dilakukan di selama jam salat Jumat yang dilakukan siswa dan guru laki-laki.
 
"Sebaiknya ketika Jumatan, terutama yang muslim untuk yang putri sebaiknya ada kelas khusus untuk keputrian membahas berbagai macam hal yang berhubungan dengan masalah keputrian," jelas Menko PMK
 
Dikemukakannya, kesehatan siswi sangat penting. Para siswi harus sehat secara fiski dan sehat secara reproduksi. 
 
 
Agar bisa menjadi ibu yang sehat, yang juga akan menentukan masa depan Indonesia. Tablet tambah darah, lanjutnya, juga bisa mencegah stunting pada anaknya kelak.
 
"Ini untuk menyiapkan nanti menjadi ibu. Karena, masa depan Indonesia ini ditentukan oleh siswi-siswi ini yang akan jadi ibu," ujarnya. 
 
Selain membagikan tablet tambah darah, Menko PMK juga mengunjungi Center of Excellence SMKN Tembarak. Di SMKN Tembarak para pelajarnya telah menghasilkan beberapa produk di bidang mekatronika.
 
 
Seperti Simulasi Sistem Press Berbasis Pneumatik, Simulasi Sistem Konveyor Berbasis PLC dan Layar Sentuh, Simulasi 3D Printing dan Stasiun Cuaca. 
 
Hadir pula Bupati Kabupaten Temanggung H M Al Khadziq, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kakanwil Kemenag Musta'in Ahmad, pejabat Eselon I dari Kemensos, Kemendikbudristek, Kemenkes KPPA, Kemenag, Kemendes PDTT, BKKBN, serta Ketua Iluni UI Didit Agripinanto Ratam.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X