Puteri Indonesia Laksmi Hadiri Baksos Operasi Sumbing Bibir HUT TNI: Kolaborasi RS dr Suyoto dan Smile Train

- Senin, 24 Oktober 2022 | 16:39 WIB
Puteri Indonesia 2022 Laksmi Shari De Nefee Suardana menghadiri pelaksanaan baksos operasi gratis sumbing bibir dan sumbing langit-langit di HUT TNI ke 77 dengan berkolaborasi antara RS dr Suyoto dan Smile Train Indonesia di RS dr Suyoto Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kementerian Pertahanan  (AG Sofyan)
Puteri Indonesia 2022 Laksmi Shari De Nefee Suardana menghadiri pelaksanaan baksos operasi gratis sumbing bibir dan sumbing langit-langit di HUT TNI ke 77 dengan berkolaborasi antara RS dr Suyoto dan Smile Train Indonesia di RS dr Suyoto Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kementerian Pertahanan (AG Sofyan)
 
SUARAKARYA.ID: Puteri Indonesia 2022 Laksmi Shari De Nefee Suardana menghadiri pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) operasi gratis sumbing bibir dan sumbing langit-langit di HUT TNI ke 77 dengan berkolaborasi antara RS dr Suyoto dan Smile Train Indonesia di RS dr Suyoto Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Bintaro, Jakarta, Kamis (20/10/2022).
 
Baksos operasi bibir sumbing selain dihadiri Puteri Indonesia yang juga Duta G20 dan Celebrity Ambassador Smile Train Indonesia, juga langsung dihadiri Kepala Pusat Rehabilitasi (Kapus Rehab) Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp.Rad, Plt Dirut RS dr Suyoto, dr Sunaryo Kusumo, Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati, dr. Risa Krisanti dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (Perapi),
 
 
Kapus Rehab Kemhan Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi menyatakan kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit memang sering kali terjadi di Indonesia. Setiap kelahiran bayi akan didapati kondisi sumbing bibir dan sumbing langit-langit.
 
"Jadi kolaborasi Pusat Rehabilitasi Kemhan dengan Smile Train Indonesia ini merupakan upaya kami dalam berkontribusi untuk membantu masyarakat prasejahtera dalam pelaksanaan operasi sumbing bibir dan sumbing langit-langit secara cuma-cuma  Dan tak hanya melakukan penanganan awal tapi kami juga akan memulai layanan paripurna yaitu rehabilitasi vokasi atau terapi wicaranya," ujar Brigjen Daniel kepada wartawan saat meninjau pelaksanaan operasi.
 
 
Dan khusus untuk layanan ini, ia menyatakan sudah menjalin kerjasama dengan pihak Amerika Serikat dalam hal pelatihan.
 
"Jadi kami mengupayakan yang maksimal. Pusat Rehabilitasi ini bukan hanya untuk Kemenhan, TNI dan keluarga Kemenhan TNI tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan terbaik," tandas dokter Daniel.
 
Kedepannya, ia menyatakan pihaknya sedang mengupayakan untuk dapat lebih membantu layanan yang menggunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan vokasi bagi para disabel akibat risiko kerja. Sehingga, tetap memiliki kemampuan untuk menjalankan hidup dengan baik.
 
 
Dokter Daniel menyebut untuk dukungan tenaga medis dalam baksos ini disiapkan dua orang dokter dan dibantu lima orang yang diperbantukan oleh Perapi.
 
Terkait kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit yang dialami anak-anak yang baru lahir, Brigjen Daniel menekankan pentingnya pantauan selama antenatal care untuk mencegah kasus sumbing bibir.
 
"Kami menghimbau agar ibu hamil (bumil) melakukan pemeriksaan secara teratur selama kehamilan. Jika memang terjadi sumbing bibir pada bayinya, maka secepatnya dilakukan penanganan di waktu dini," tandasnya.
 
 
Dokter Daniel menegaskan kegiatan baksos kesehatan dan kemanusiaan ini digelar dalam rangka menyemarakkan HUT TNI ke-77 tahun 2022 ini.
 
"Kolaborasi dengan Smile Train Indonesia ini merupakan rangkaian aksi bakti sosial bagi masyarakat sekitar Pusrehab Kemenhan, mulai tanggal 17 Oktober hingga 20 Oktober 2022," jelasnya.
 
Ia menyampaikan pada tanggal 17 Oktober 2022, juga telah dilaksanakan operasi katarak pada 18 pasien usia dewasa dan pelatihan keterampilan pembuatan sabun deterjen dan pengharum pakaian untuk ibu-ibu di sekitar Pusrehab Kemenhan.
 
 
"Dan pada tanggal 19 Oktober 2022, telah dilakukan screening pada PCR, pemeriksaan darah dan radiologi bagi para pasien tersebut, sebagai persiapan layanan pada tanggal 20 Oktober 2022, yaitu operasi sumbing bibir dan sumbing langit-langit untuk 12 pasien yang mayoritas usia balita dan anak-anak," bebernya.
 
Kembali Tersenyum Tatap Masa Depan
 
Pada kesempatan yang sama, Ambassador Smile Train, Putri Indonesia 2022, Laksmi Shari De-Neefe menyatakan apresiasinya atas kolaborasi apik antara Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Smile Train Indonesia dengan Perapi.
 
"Penanganan sumbing bibir dan sumbing langit-langit ini dilakukan untuk membantu mereka kembali bisa tersenyum dan mendapatkan senyum ceria menatap kehidupan masa depan yang lebih baik lagi," tandas Laksmi.
 
 
Kolaborasi ciamik antara RS dr Suyoto Pusrehab Kemhan, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (Perapi) merealisasikan baksos operasi sumbing bibir gratis untuk 11 pasien balita dan 1 dewasa (AG Sofyan )
 
Puteri Indonesia 2022 ini mengungkapkan sejauh ini, Smile Train Indonesia telah memberikan layanan penanganan operasi gratis  sumbing bibir dan sumbing langit-langit kepada lebih dari 1,5 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 100 ribu di Indonesia.
 
"Program ini akan terus berlanjut di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, kami berpesan kepada seluruh keluarga yang memiliki anak atau orang tersayang yang memiliki kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit, dapat segera menghubungi Smile Train Indonesia, baik secara langsung maupun lewat sosial media, untuk mendapatkan operasi bibir sumbing tanpa biaya sepeserpun," tuturnya.
 
Dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (Perapi), dr. Risa Krisanti menyatakan penanganan operasi sumbing bibir dan sumbing langit-langit dapat dilakukan sejak umur tiga bulan dengan minimal berat lima kilo gram.
 
 
"Penanganan pertama biasanya kita akan memperbaiki bibirnya dahulu. Sehingga bayi dapat dengan mudah meminum dan menyedot susu. Setelah tiga bulan dari penanganan pertama atau usia penderita lebih dari 1 tahun, baru dilakukan penanganan langit-langit mulut yang akan membantu pasien berbicara tidak sengau," jelas dokter Risa.
 
Ia menyebutkan jika penanganan operasi dilakukan sejak dini, semakin bagus hasil penanganannya.
 
"Memang keadaan bayi sumbing bibir dan sumbing langit-langit ini terjadi dan terbanyak ditemukan karena faktor genetika. Tapi ada juga beberapa kasus yang terjadi akibat over mengkonsumsi obat-obatan yang terindikasi memiliki pengaruh pada kehamilan. Misalnya, obat yang mengandung tetraciclin," ungkap dokter Risa.
 
 
Dokter Risa memaparkan bahwa carrier sumbing bibir bisa terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan dengan prosentase yang sama.
 
"Potensi sumbing bibir dan sumbing langit-langit ini bisa terlihat sejak dalam kandungan jika menggunakan USG 4 dimensi. Kalau 2 dimensi tidak terlihat," tuturnya.
 
Jangan Ada Pembiaran
 
Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati
menyebut hingga Oktober 2022, Smile Train Indonesia sudah menangani lebih dari 100 ribu kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit seluruh wilayah nusantara.
 
 
"Maret 2022 kemarin, kami baru saja merayakan capaian penanganan operasi pasien sumbing bibir dan sumbing langit-langit yang ke 100 ribu, sejak tahun 2002," kata Deasy.
 
Lebih lanjut Deasy lalu menunjukkan kiprah program Smile Train Indonesia secara global sejak berdiri, sedikit telah membantu hampir dua juta penderita sumbing bibir dan sumbing langit-langit.  
 
Kapus Rehab Kementerian Pertahanan Briigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi bersama istri yang juga Ketua Dharma Wanita dan Tim Smile Train yang dihadiri Puteri Indonesia 2022 Laksmi Shari De Nefee memberikan semangat kepada pasien sumbing bibir dan tenaga medis RS dr Suyoto (AG Sofyan )
 
"Di Indonesia setiap tahun ada 8000 operasi rata-rata  dilaksanakan di setiap program Smile Train," jelas Deasy 
 
 
Ia menyebutkan aksi penanganan sumbing bibir dan sumbing langit-langit ini juga tak berhenti di kala pandemi. Justru tercatat ada 30 penanganan operasi gratis yang dilakukan selama masa pandemi.
 
Deasy mengaku masyarakat secara jamak masih belum awarness terhadap penanganan operasi sumbing bibir bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
 
"Mayoritas keterlambatan penanganan kasus karena keterbatasan ekonomi orang tua dan keluarga pasien. Mereka juga tidak tahu ingin mencari bantuan kemana. Sumbing bibir dan sumbing langit-langit adalah penanganan medis yang membutuhkan dokter bedah plastik. Sementara, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas pendukung untuk melakukan operasi ini, termasuk perawatan paska operasi. Ini adalah salah satu tantangan kita bersama," ungkapnya.
 
 
Deasy mengungkapkan kolaborasi Smile Train Indonesia dengan Pusrehab Kemhan sudah dilakoni sejak tahun 2018 dan sudah menangani hampir 200 kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit.
 
"Sejauh ini, semua penanganan sumbing bibir dan sumbing langit-langit yang dilakukan Smile Train tidak ada yang berkendala. Pasien senang dan mereka kembali lagi untuk penanganan lanjutan di RS Suyoto ini. Namun juga tergantung kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit ya," ucapnya.
 
Aktivis kemanusiaan ini mengungkapkan, berdasarkan survei Smile Train di wilayah Asia, setiap 900 kelahiran akan ada satu bayi yang mengalami kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit.
 
 
"Jadi kalau di  Indonesia angka kelahirannya adalah tiga hingga empat juta, ya artinya bisa dihitung berapa kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langitnya. Sekitar 4 ribu hingga 5 ribu lebih kasus per tahun," kata Deasy.
 
Membangun Awarness 
 
Ia menyatakan, di Indonesia, Smile Train melakukan penanganan bibir sumbing sebanyak 8000 operasi per tahun.
 
"Tapi kami tetap optimis dapat terus memberikan pelayanan pada masyarakat dan kami juga akan terus membangun awareness bahwa bibir sumbing bukanlah suatu hal yang ditakuti atau dikhawatirkan," ungkapnya.
 
 
Aktivis kemanusiaan ini juga mendorong kepada setiap warga Indonesia untuk tidak melakukan pembiaran pada kasus sumbing bibir dan sumbing langit-langit.
 
"Sumbing bibir dapat terjadi pada kelahiran semua ibu hamil. Tidak memilih bayi lahir dari rahim ibu yang mampu atau tidak secara ekonomi. Jangan biarkan sumbing bibir menjadi penghalang anak untuk bisa mengikuti pendidikan. Jangan biarkan kasus sumbing bibir menjadi peluang anak dibully karena kondisinya," tegas alumni Universitas Hasanuddin ini. ***
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan langsung lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB
X