• Minggu, 4 Desember 2022

Tragedi Tembok Madrasah, Menko PMK Takziah ke Rumah Korban 

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 21:11 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri berpeci hitam) bertakziah ke rumah korban tragedi tembok madrasah.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri berpeci hitam) bertakziah ke rumah korban tragedi tembok madrasah.
 
 
SUARAKARYA.ID: Tragedi tembok madrasah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Jakarta di Pondok Labu, Jakarta Selatan mengakibatkan tiga siswameninggal dunia akibat tertimpa runtuhan tembok
 
Dalam rangka menyampaikan ungkapan turut duka cita, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy takziah ke salah satu rumah korban tragedi tembok rmadrasah.
 
Menko PMK hadir di rumah salah satu korban tragedi tembok madrasah, yakni Dicka Safa Ghifari, di Kecamatan Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (7/10/2022).
 
 
Kunjungan takziah Menko PMK dilakukan usai meninjau langsung TKP tembok roboh di MTsN 19. Setelah dari madrasah, dia kemudian menyempatkan untuk langsung takziah ke rumah almarhum Dicka yang tidak terlalu jauh dari lokasi madrasah.
 
Tiba di rumah almarhum, Menko PMK bertemu dengan ibu korban, dan menyalaminya sembari mengucapkan belasungkawa. Dia memberikan penguatan moral dan meminta agar keluarga bersabar menghadapi musibah ini. 
 
Menko PMK memimpin doa bersama dengan keluarga dan kerabat almarhum. Suasana di rumah almarhum begitu mengharukan. Isak tangis orang tua, kakak almarhum, dan juga kerabat lainnya mengiringi bacaan doa Menko PMK
 
 
Mereka mengamini doa Menko PMK sambil menangis berderai air mata. "Atas nama pemerintah saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya 3 siswa dari MTsN 19 Pondok Labu. Mudah-mudahan Allah SWT menerima mereka. Seluruh kebaikan yang pernah dilakukan. Karena, mereka masih golongan anak-anak, Insya Allah mereka husnul khotimah," tutur Menko PMK.
 
Dia berharap keluarga yang ditinggalkan supaya diberi ketabahan, kesabaran, dan ikhlas melepas putra kesayangannya. Agar dengan keikhlasan itu akan mempermudah perjalanan mereka menghadap Allah SWT. 
 
Menko PMK menjelaskan, untuk semua keluarga korban akan diusulkan mendapatkan bantuan sosial dari Kemensos. Dikemukakannya, Ibu dari Dicka merupakan orang tua tunggal dan masih memiliki tanggungan anak sekolah, yang bisa diusulkan untuk menerima bantuan sosial.
 
 
"Untuk korban kan ada tiga, sudah proses pemakaman. Dan, yang ini karena ibunya janda dan jadi kepala rumah tangga perempuan, yang masih punya seorang putra bersekolah. Saya minta dari Kemensos masukan dalam penerima bantuan sosial. Kalau tidak PKH ya BPNT," ujarnya. 
 
Pemerintah melalui Kemensos akan memberikan santunan untuk korban. Korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta, dan luka-luka diberikan santunan Rp 5 juta.
 
"Ini nanti kita berikan santunan dari Kemensos 15 juta yang meninggal. Yang cedera 5 juta," ucap Menko PMK
 
Seperti diketahui, insiden robohnya tembok di MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan terjadi pada Kamis (6/10/2022). Akibat hujan deras dan luapan air yang membanjiri kawasan sekolah. 
 
 
Saat itu, ada sejumlah murid yang bermain di sekitar tembok, yang tanpa disangka roboh, karena terjangan luapan air dan menimpa mereka. 
 
Tiga murid yang tertimpa meninggal dunia. Mereka adalah Dicka Safa Ghifar (13), Muh. Adnan Efendi (13), Dendis Al Latif (13) semuanya laki-laki. Sementara korban luka-luka adalah Adisya Daffa Allutfi, Nabila Ika Fatimah (perempuan), serta Nirjirah Desnauli.
 
Korban luka-luka, saat ini tengah dalam perawatan di RS Prikasih, dan pembiayaannya ditanggung  Kementerian Agama. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X