• Senin, 28 November 2022

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Prioritas Terapi Korban Perempuan dan Anak 

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 23:51 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) di Universitas Muhammadiyah Malang.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) di Universitas Muhammadiyah Malang.
 
 
SUARAKARYA.ID: Paska Tragedi Stadion Kanjuruhan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy apresiasi, 'Gerakan Trauma Support Mobility', yang bergerak melakukan kegiatan trauma healing, untuk korban dan yang terkena dampak psikologis. 
 
"Saya ucapkan terima kasih kepada organisasi dan Himpunan Psikologi Indonesia yang ada di Malang. Yang telah melakukan respons cepat terhadap peristiwa Tragedi Stadion Kanjuruhan, terutama dari aspek psikologis trauma healing," tutur Menko PMK, di Malang,  Kamis (6/10/2022). 
 
Dia mengatakan, kegiatan trauma healing untuk korban Tragedi Stadion Kanjuruhan sangat penting. Karenanya, dia minta agar gerakan yang diinisiasi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Malang dapat dilakukan lebih rapi, lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pihak. 
 
 
"Karena, saya kira masih banyak organisasi-organisasi profesi dan psikologi yang belum terlibat. Termasuk para mahasiswa, di Malang ini kan gudangnya universitas ya, saya kira semua punya fakultas psikologi. Sehingga tidak akan ada masalah," tuturnya. 
 
Menko PMK juga minta agar trauma healing dilakukan tidak hanya menyasar mereka, yang menjadi korban cedera atau mereka yang hadir di tengah tragedi. Tapi, perlu ditelusuri mereka yang secara tidak langsung menjadi korban psikis karena Tragedi Stadion Kanjuruhan.
 
Misalnya, dia menjelaskan, orang tua yang anaknya menjadi korban meninggal dunia, atau anak-anak yang orang tuanya menjadi korban meninggal, atau istri yang suaminya menjadi korban meninggal di Tragedi Stadion Kanjuruhan
 
 
"Itu perlu ditelisik betul dari kasus ini. Sehingga, betul-betul secara psikologis mental, Tragedi Stadion Kanjuruhan tidak bertambah buruk terhadap mereka yang korban langsung, berkaitan langsung dengan korban, maupun masyarakat Malang secara keseluruhan," terangnya. 
 
Pihak Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang, lanjutnya, mendukung penuh dengan memberikan bantuan anggaran untuk gerakan pemulihan trauma para korban Tragedi Stadion Kanjuruhan
 
Menurutnya, kegiatan pelayanan psikologis trauma healing ini juga merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah, kepada masyarakatnya pasca bencana sosial Tragedi Stadion Kanjuruhan.
 
 
"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten/Kota Malang yang sudah membuka Dana Siap Pakai (DSP). Untuk memberi santunan kepada mereka yang menjadi korban, termasuk penbiayaan kesehatannya yang harus gratis. Dan, sekarang mohon disisihkan kembali untuk program trauma healing ini," tutur Menko PMK
 
Perlu diketahui,  kegiatan trauma healing bertajuk Trauma Support Mobility kepada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan diinisiasi  para psikolog Kota Malang. Diprakarsai  psikologi UMM dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Malang. ***
 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X