• Minggu, 4 Desember 2022

Menag Nilai Tepat Libatkan Penyuluh Agama dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:06 WIB
Halaqah Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wapres. (Foto: Kemenag)
Halaqah Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wapres. (Foto: Kemenag)

SUARAKARYA.ID: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pelibatan peran penyuluh agama oleh pemerintah dalam program nasional percepatan penurunan stunting, isu ketahanan keluarga, dan kesehatan merupakan langkah yang tepat

Hal ini disampaikan Gus Men panggilan akrabnya dalam Halaqah Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting sekaligus launching Aplikasi Penyuluh Agama Elektronik berbasis website di Istana Wakil Presiden RI.   

Halaqah Nasional ini dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin, Kepala BKKBN RI sekaligus Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Pusat, Hasto Wardoyo, para pejabat di lingkungan kementerian/lembaga, dan para ketua umum organisasi kemasyarakat Islam.

Baca Juga: Kemenag Buka Konsultasi Sertifikasi Halal di Indonesia Sharia Economic Festival 2022 

"Saya kira sangat tepat pemerintah melibatkan penyuluh agama, da’i, dan da’iyah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Penyuluh agama dan da’i-da’iyah dapat mengambil peran menyiapkan materi stunting dalam setiap khutbah, ceramah dan tausiyah sehingga masyarakat mempunyai pemahaman tentang isu-isu kesehatan, khususnya stunting," kata Menag, Kamis (6/10/2022).

"Agama memerintahkan kita agar tidak mewariskan generasi yang lemah, dan sebaliknya kita harus menyiapkan generasi terbaik, yaitu generasi unggul. Karena itulah, kegiatan ini merupakan variabel tak terpisahkan dari persiapan masa depan calon pemimpin negeri," sambung Menag.

Kegiatan ini, lanjut Menag, sangat sejalan dengan program kerja Kementerian Agama yang akan terus memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat. Bersama para da’i dan da’iyah, Kemenag juga terus meningkatkan kualitas bimbingan masyarakat. Bersama penyuluh agama dan para dai, Kementerian Agama berusaha sekuat tenaga mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, lahir dan batin.  

Baca Juga: Biotech for Stronger Recovery: UI Jadi Tuan Rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia di Bali

"Penyuluh, da’i, dan da’iyah ada pada tiap lapisan masyarakat. Suaranya didengar dan dapat mempengaruhi pemahaman bagaimana masyarakat bersikap. Memberikan pemahaman terkait stunting melalui bahasa agama tentu menjadi power yang harus diambil perannya oleh da’i dan da’iyah," tandasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X