• Kamis, 1 Desember 2022

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

- Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
Para peserta yudisium Stiamak Barunawati Surabaya saat meluapkan kegembiraan
Para peserta yudisium Stiamak Barunawati Surabaya saat meluapkan kegembiraan

 

SUARAKARYA.ID: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen (Stiamak) Barunawati Surabaya berencana akan menambah 4 program studi (prodi) baru untuk merespon kebutuhan pasar kerja. Sehingga nantinya total akan ada 5 prodi di perguruan tinggi yang berlokasi di kawasan Tanjung Perak Surabaya tersebut.

Kepastian itu disampaikan Ketua Stiamak Barunawati, Dr Ir Sumarzen Marzuki MMT disela Yudisium yang diikuti oleh 121 mahasiswa di kampus mereka tersebut. "Ratusan mahasiswa yang akan diwisuda bulan depan ini, di ijazahnya akan tertulis akreditasi baik sekali," ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Menurut Sumarzen, selama ini dengan hanya satu prodi saja, pihaknya mengaku susah bergerak karena segala sesuatunya serba terbatas. Tapi kelak setelah resmi memiliki 5 prodi, perguruan tingginya itu bisa saja naik status menjadi institut atau universitas.

Baca Juga: Stiamak Barunawati Surabaya Libatkan UMKM Dalam Dies Natalisnya Ke-32

Sementara 4 prodi baru yang saat ini sedang dalam proses di Dikti itu adalah Prodi Bisnis Managemen Logistik, Prodi Bisnis Digital, Prodi Keuangan dan Kebijakan publik, dan Prodi Administrasi Rumah Sakit. Tiga diantaranya merupakan prodi vokasi dan satunya prodi sains.

Pihaknya berharap, prodi-prodi baru ini bisa memenuhi kebutuhan pasar. Dan mahasiswa yang akan menimba ilmu di perguruan tingginya itu juga diharapkan tidak hanya didominasi dari Jawa Timur tapi tersebar dari berbagai daerah.

Khusus peserta yudisium kali ini, kata Sumarzen, mayoritas berasal dari Provinsi Jawa Timur, meski ada juga yang berasal dari NTB, NTT, Riau, Papua hingga Sumatera Barat.

Baca Juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Soleram, Lagu Asal Daerah Riau

"Mahasiswa kami berasal dari berbagai daerah karena perguruan tinggi yang fokus di konsentrasi bisnis pelabuhan dan logistik seperti ini memang sangat terbatas. Hanya 1-2 saja di Indonesia," ujarnya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB

Komitmen NTB Pacu Pencapaian SDGs

Senin, 28 November 2022 | 18:41 WIB
X