• Senin, 28 November 2022

Untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Manasik, Kemenag: Pembimbing Ibadah Haji Harus Bersertifikat

- Senin, 26 September 2022 | 07:48 WIB
Direktur Bina Haji Arsad Hidayat beri arahan peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji di NTB. (Foto: Kemenag)
Direktur Bina Haji Arsad Hidayat beri arahan peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji di NTB. (Foto: Kemenag)

SUARAKARYA.ID: Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Arsad Hidayat menegaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas layanan manasik, bimbingan ibadah haji harus dilakukan secara profesional. Karena itu, para petugasnya harus mengikuti sertifikasi.

"Para pembimbing harus memiliki sertifikat pembimbing ibadah haji," tegas Arsad Hidayat saat memberikan sambutan pada Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah di Asrama Haji Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/9/2022).

Menurut Arsad, Undang-undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberi mandat kepada Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sertifikasi petugas dan pembimbing ibadah haji.

Baca Juga: Catat ! Belum Daftar di SIHALAL, Sertifikat Halal Tidak Akan Keluar

“Proses sertifikasi diharapkan dapat menghasilkan para petugas dan pembimbing haji yang profesional dan terstandar,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Arsad, Kemenag bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), salah satunya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, NTB.

“Ke depan tidak bisa ditawar lagi, mereka yang menjadi pembimbing adalah para pembimbing profesional. Siapa? Mereka adalah orang yang sudah memiliki sertifikat,” ungkapnya.

Baca Juga: Menag Yaqut Berikan Hukuman Disiplin (Hukdis) Kepada Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap

“Zaman sekarang serba profesional. Saya kira tidak ada lagi parameter atau ukuran keprofesionalan kecuali sertifikasi,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X