• Senin, 28 November 2022

Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Menteri PPPA Gelar Jalan Sehat

- Minggu, 25 September 2022 | 23:21 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (tengah)
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (tengah)
 

SUARAKARYA.ID: Kampanye stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melakukan gerak jalan bersama sepanjang dua kilometet, di sepanjang area car free day, Jala MH Thamrin, Minggu (25/9/2022). 

Sepanjang perjalanan, Menteri PPPA bersama peserta lain terus  meneriakkan yel yel yel, stop kekerasan terhadap perempuan dan anak
 
Menteri PPPA dan peserta jalan sehat yang lain, mengajak masyarakat untuk turut melakukan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak
 
 
Menteri PPPA mengajak masyarakat, untuk berani melaporkan setiap kasus kekerasan, yang menimpa kelompok rentan yakni perempuan, anak, dan disabilitas. Agar korban mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat dan komperhensif.
 
"KemenPPPA aktif melakukan kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kegiatan Jalan Sehat ini, kami  ingin lebih banyak lagi masyarakat memberikan perhatian terhadap tindak pidana kekerasan seksual yang dilihat maupun didengar di lingkungan sekitarnya," tutur Menteri PPPA
 
Hal ini, lanjutnya, dilakukan untuk mewujudkan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera terhadap pelaku. Maka dari itu, jangan ragu lapor ke layanan pengaduan tindak kekerasan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.
 
Menteri PPPA menegaskan UU TPKS merupakan payung hukum, yang telah lama dinantikan. Akan memberikan jaminan perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual.
 
 
Dalam menjalankan salah satu mandat di UU TPKS, jelasnya, KemenPPPA mendorong pusat pelayanan terpadu di tingkat pusat dan daerah. Untuk memberikan pelayanan dan pendampingan one stop service bagi korban kekerasan secara terintegrasi.
 
“Dalam mewujudkan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, kami juga didukung oleh mitra-mitra," ujarnys
 
Mitra-mitra iru, mulai dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Dinas Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui TransJakarta yang telah mengkampanyekan Stop Pelecehan Seksual, Light Rail Transit (LRT) Jakarta dan Grab Indonesia. 
 
Di bagian lain, Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Tuty Kusumawati menyampaikan, peran DKI Jakarta dalam mendorong  pencegahan dan pelaporan kekerasan seksual melalui Hotline Jakarta Siaga 112 atau melalui pengaduan 0813 1761 7622.
 
 
“Dengan adanya UU TPKS, kita akan memperkuat layanan one stop service. Yang berpusat di KemenPPPA melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DKI Jakarta. Yang saat ini masih bernama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” ungkapnya.
 
Dalam mendukung gerakan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di ranah transportasi, TransJakarta telah menyediakan 50 Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Yang telah tersebar di 13 koridor TransJakarta. Sementara itu, LRT Jakarta juga telah menempatkan pos SAPA 129 di seluruh stasiun LRT.
 
Direktur Grab Indonesia, Neneng Meity Goenadi mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Antara KemenPPPA dan Grab Indonesia tentang Peningkatan manfaat sosial dalam penyelenggaraan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
 
 
Kemen PPPA memiliki layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Yakni SAPA 129, yang dapat diakses melalui telepon 129 dan WhatsApp 08111-129-129. 
 
Masyarakat dapat melaporkan kekerasan yang dilihat maupun dialami ke layanan pengaduan SAPA 129,yang beroperasi selama 24 jam.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X