• Senin, 3 Oktober 2022

Penyaluran BLT BBM, Menko PMK Tinjau Langsung di Garut  

- Kamis, 22 September 2022 | 22:21 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) tinjau penyaluran BLT BBM di Cibiul, Garut.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) tinjau penyaluran BLT BBM di Cibiul, Garut.
 
 
SUARAKARYA.ID: Cek penyaluran BLT BBM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy langsung melakukan peninjauan, di Cibiuk Kaler Kecamatan Cibiuk, Garut, Jawa Barat, Rabu (21/9/2022). 
 
Dalam penyaluran BLT BBM itu, dia minta agar pembagian program tersebut, supaya dapat dilakukan secara tepat sasaran.
 
“Saya ingin penyaluran BLT BBM dilakukan secara mudah, secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. 
 
Sampai sejauh ini, pembagian  Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Kabupaten Garut  sudah berjalan dengan baik. 
 
 
Dari total alokasi penerima BLT BBM 265.223 KPM, sebanyak 258.223 bantuan BLT BBM sudah tersalurkan ke KPM atau sekitar 97,54 persen. Total nilai manfaat yang didapatkan ialah sebesar Rp300.000 per dua bulan per KPM untuk alokasi September-Oktober.
 
Penyaluran bantuan BLT BBM menggunakan tiga metode. Yakni KPM mengambil langsung di PT Pos, KPM mengambil di titik komunitas (kartor desa/kantor RW RT), dan diantar langsung ke rumah KPM.
 
Selain itu, Menko PMK mengharapkan kepada pihak terkait di seluruh wilayah Kabupaten Garut, untuk lebih memprioritaskan masyarakat  miskin dan rentan. Yang layak menerima bantuan, namun  tidak masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
 
 
“Saya berharap, kalau masih ada masyarakat yang belum masuk DTKS tolong dibantu dulu, pastikan dapat bantuan ya,” katanya.
 
Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September 2022 yang lalu, agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.
 
Anggaran subsidi itu dialihkan ke dalam bentuk bantalan sosial, yakni BLT BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun, yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat, serta BSU dengan alokasi anggaran Rp9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.***
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
X