• Minggu, 27 November 2022

Kebakaran, Kemendes PDTT Alami Kerugian Satu Setengah Miliar Rupiah

- Jumat, 16 September 2022 | 05:07 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar langsung meninjau lokasi, saat gedung Kemende PDTT tetbakar.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar langsung meninjau lokasi, saat gedung Kemende PDTT tetbakar.
 
 
SUARAKARYA.ID: Kebakaran yang terjadi di gedung Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Jakarta, Rabu (14/9/2022) malam, menimbulkan kerugian Rp1,5 miliar. 
 
Kebakaran yang diketahui terjadi sekitar pukul 21.36 WIB  tersebut,  menghanguskan ruangan lantai IV seluas 35 M2 di Gedung Utama Kemendes PDTT
 
Kerugian akibat kebakaran itu disampaikan Menteri Deda PDTT Abdul Halim Iskandar,  saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Kamis (15/9/2022).
 
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, yang akrab disapa Gus Halim memastikan kejadian kebakaran tersebut tidak menelan korban jiwa. 
 
 
Diceritakannya, memang ada dua orang pegawai yang sempat terjebak di dalam gedung dan menyelamatkan diri dengan naik ke Rooftop Kemendes PDTT, dan berhasil diselamatkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran.
 
"Tadi sempat ada dua pegawai yang sempat terjebak di lantai 7, Alhamdulillah bisa diselamatkan dengan kondisi baik oleh teman-teman pemadam kebakaran," terangnya. 
 
Gus Hal mengaku belum mengetahui sebab kebakaran tersebut. Menurutnya, ruangan yang mengalami kebakaran dalam kondisi kosong atau sedang tidak ada pengawai yang menempati.
 
 
“Karena, kita juga kurang tahu persis apa penyebab (kebakarannya). Yang pasti, ruangan yang terbakar itu kebetulan kosong. Nah itu, sehingga kita juga ingin tahu betul ruangan kosong kok bisa ada kebakaran kira-kira apa penyebabnya,” tuturnya. 
 
Diungkapkannya, kebakaran awalnya ditemukan petugas patroli dan kemudian lekas melakukan upaya pemadaman.  Merasa sudah tidak mampu memadamkan dengan alat yang ada, petugas patroli langsung lari ke bawah dan menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) dan kepolisian terkait adanya kebakaran tersebut.
 
“Alhamdulillah, bisa tertangani dengan cepat, meskipun di lantai empat sudah kena dan saya terima kasih sekali, kepada Tim Damkar yang luar biasa. Cekatan, tepat bahkan dengan kondisi api begitu  12 Damkar yang datang, itu kan berarti ke siap-siagaannya  sangat luar biasa. PMI juga, tadi malam sempat saya temui semua, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.
 
 
Akibat musibah ini, kerugian ditaksir kurang lebih mencapai Rp1,5 miliar. Gus Halim menegaskan akan mengevaluasi secara menyeluruh agar kejadian kebakaran tidak terjadi lagi dan dapat diantisipasi.
 
“Alhamdulillah selamat, kalau bahasa Jawanya belahi selamat. Cuma kita ingin tahu betul apa penyebab kebakaran itu. Supaya menjadi bagian dari introspeksi kita, kalau misalnya listrik kenapa, nanti kita akan ada evaluasi kondisinya,” terangnya.
 
Gus Halim menjelaskan, tiap malam di kantor Kemendes PDTT selalu ada patroli di tiap gedung, tiap lantai, tiap ruangan. Jika ada ruangan yang masih menyala lampunya, oleh petugas patroli dicek dan diperiksa.
 
 
Apakah masih ada pegawai yang lembur bekerja, atau tidak. Kalau sudah tidak ada orang. Maka, petugas patroli langsung mematikan lampu dan AC-nya, sekaligus menutup ruangan tersebut.
 
“Karena ini menjadi SOP kita dalam penghematan energi. Jadi, tiap hari ada patroli. Nah pas hari itu patroli ada kebakaran langsung tim security  kita bertindak. Tapi, tidak mampu karena apinya sudah agak besar jadi pakai hydrant, hydrantnya  kena tapi sudah tidak kuat,” ungkapnya.
 
Saat ini, sedang dilakukan pembersihan bekas-bekas kebakaran. Untuk sementara, pegawai yang tempat kerjanya terkena dampak, sementara dipindahkan ke gedung lainnya. Sehingga, masih bisa tetap melaksanakan tugas-tugas meskipun minimalis. 
 
 
Untuk selanjutnya, kejadian kebakaran ini masih dalam penyidikan kepolisian. Ruangan yang mengalami kebakaran sudah dipasang police line.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X