• Minggu, 27 November 2022

UPPKA Harus Mampu Mendorong Keluarga Menjadi Mandiri

- Minggu, 11 September 2022 | 11:56 WIB
Kepala BKKBNdr Hasto Wardoyo.
Kepala BKKBNdr Hasto Wardoyo.
 
 
SUARAKARYA.ID: Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), agar mampu mendorong keluarga menjadi mandiri. Harapan itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K). 
 
Untuk meningkatkan kualitas UPPKA, diharapkan  Badan Pengurus Pusat (BPP) AKU dapat menangkap peluang usaha yang ada, dua diantaranya adalah food bank dan beras fortivikasi. 
 
Hal itu mengemuka pada Rakernas bertajuk 'Konsolidasikan Organisasi, Bina UPPKA, Kita Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga yang Bebas Stunting'. 
 
Rakernas digelar di ruang serba guna kantor BKKBN pusat di Jakarta, Jumat dan Sabtu (9-10/9/2022).
 
 
Usai  Rakernas Dokter Hasto mengemukakan, kegiatan yang dijalankan BPP AKU selaras dengan fokus BKKBN saat ini, yaitu membangun keluarga berkualitas. 
 
“Salah satu indeks keluarga berkualitas adalah kemandirian. Kemandirian ini perlu ditunjang ekonomi yang baik. Selain itu, perlu sehat. Stunting sangat penting dicegah, agar keluarga menjadi sehat dan bahagia. Sehingga, menjadi keluarga yang berkualitas," kata Dokter Hasto, seraya mengapresiasi kegiatan BPP AKU.
 
Rakernas BPP AKU digelar dalam rangka meningkatkan kembali komitmen pemberdayaan ekonomi keluarga, melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). 
 
 
Terkait kegiatan yang bisa dilakukan di daerah, Dokter Hasto berharap akan ada kegiatan lain yang lebih kreatif seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). 
 
“Saya kira ini bisa menjadi bagian UMKM untuk mengelola makanan bergizi yang dapat dikonsumsi oleh keluarga beresiko tinggi stunting, ini sudah berjalan di beberapa tempat, salah satunya di Yogyakarta," kata Dokter Hasto
 
Untuk meningkatkan kualitas UPPKA, dia berharap BPP AKU dapat menangkap peluang usaha yang ada. Dua diantaranya adalah food bank dan beras fortivikasi. 
 
 
"BPP AKU bisa mengembangkan food bank menjadi usaha mikro, yang sifat social entrepreneurship. Karena di satu sisi banyak orang yang memiliki makanan, namun di sisi lain banyak orang yang menderita stunting. Selain itu, ada juga beras yang mengandung zinc dan vitamin c yang mencegah anemia pada ibu-ibu dan remaja, jadi beras fortivikasi ini bisa menjadi peluang," jelas Dokter Hasto.*** 
 
 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X