• Selasa, 7 Februari 2023

Produksi Dalam Negeri, KODC Dengue Sebagai Kit Deteksi Dini dan Cepat DBD dari Fakultas Kedokteran UI

- Selasa, 6 September 2022 | 18:38 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SUARAKARYA.ID: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Gejala klinis yang tidak spesifik pada pasien ketika terinfeksi dengue, menyulitkan klinisi untuk menegakkan diagnosis.  Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam penatalaksanaan pasien sehingga dapat menyebabkan kematian.

Penatalaksanaan infeksi dengue di awal infeksi, sebelum masuk fase kritis, dapat menurunkan angka kematian. Oleh karena itu diperlukan alat diagnostik yang dapat mendeteksi infeksi dengue di awal infeksi dengan waktu yang singkat, tanpa memerlukan fasilitas laboratorium berteknologi canggih dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.

Virus dengue (DENV) memiliki protein non-struktural (NS) yaitu protein NS-1 yang lestari (conserve) dan disekresikan dalam darah pada awal infeksi ketika menginfeksi manusia. Sehingga deteksi protein NS-1 dapat dijadikan penanda infeksi dengue yang sangat baik.

Baca Juga: Lirik Lagu Sajadah Panjang - Bimbo ... Hamba Sujud Tak Lepas Kening Hamba

Peneliti dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan IMERI FKUI bersama PT Konimex melakukan pengembangan dan produksi kit yaitu KODC Dengue untuk deteksi protein NS-1 yang dapat memberikan hasil cepat sebagai alat diagnostik dini infeksi dengue.

Kit ini dengan lisensi dari FKUI menggunakan prinsip Lateral Flow Immunochromatographic Assays (LFIAs) untuk mendeteksi antigen dengue yaitu protein NS-1 yang ada didalam darah pasien, baik dalam darah utuh, plasma, maupun serum.

Ada enam keunggulan alat deteksi dengue ini. Pertama, cepat karena hanya memerlukan waktu 15 menit dalam menentukan ada tidaknya infeksi dengue. Kedua, sensitif karena berbasis strain DENV yang beredar di Indonesia. Ketiga, spesifik karena dikembangkan berdasarkan epitope DENV yang tidak cross reaksi dengan virus lain.

Baca Juga: Museum Tekstil Dikunjungi Ahli Waris Ny Eiko Kusuma, Akan Tinjau Koleksi Batiknya

Keempat, relatif murah karena produksi dalam negeri, dan juga dapat mendeteksi infeksi DENV dengan berbagai macam tipe spesimen yaitu plasma, serum, dan whole blood. Kelima, dapat disimpan di suhu kamar sehingga tidak memerlukan cool chain dalam pengiriman dan penyimpanan. Keenam, dapat mendeteksi NS-1 dari sampel darah utuh.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Inspiratif ini Konsen Cegah Pernikahan Dini

Senin, 6 Februari 2023 | 17:56 WIB

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X