• Rabu, 5 Oktober 2022

Untuk Percepat Pembangunan SDM, BGSi Merupakan Lompatan Besar

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:28 WIB
Menjo PMK Muhadjir Effendy.
Menjo PMK Muhadjir Effendy.
 
 
SUARAKARYA.ID; Untuk Pembangunan SDM Indonesia, teknologi Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi Kesehatan) merupakan wujud transformasi kesehatan bidang teknologi kesehatan akan sangat berarti. 
 
Guna terwujudnya Pembangunan SDM itulah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri peresmiaan BGSi, di Gedung Eijkman Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat,  Minggu (14/8/2022). 
 
"Saya rasa ini adalah sebuah lompatan dalam arti lompatan besar. Untuk upaya kita segera mempercepat Pembangunan SDM Indonesia," ujarnya.
 
 
Pada kesempatan itu, Menko PMK bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan, serta jajaran perwakilan kementerian lembaga dan perwakilan negara sahabat, meninjau ruangan penelitian genome, yang terdiri dari Lab imunologi, Lab sel dan molekuler, ruang ekstraksi DNA, serta Lab genomik diabetes.
 
Menko PMK menyambut baik terbentuknya BGSi. Pasalnya, pembangunan SDM Indonesia bergantung pada 3 aspek. 
 
Yaitu pertama kesehatan, kedua pendidikan dan karakter, serta ketiga vokasi. Dia mengatakan, pembangunan manusia harus menghasilkan angkatan kerja produktif yang terampil, sehat, serta punya karatkter kuat. 
 
Menko PMK menuturkan, dewasa ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih cukup rendah. Berdasarkan indeks yang ditetapkan United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia menempati posisi ke 107 dari 189 negara. 
 
 
Angka ini dinilai belum cukup dan Indonesia perlu meningkatkannya. Agar bisa sejajar dengan negara-negara besar lainnya.
 
"Apa yang jadi inisiatif Menkes ini adalah bagian dari pembangunan SDM Indonesia kita ke depan," sebutnya.
 
Karena itu, dia berharap adanya BGSi dapat mendongkrak pembangunan manusia Indonesia, khususnya dalam pembangunan kesehatan Indonesia.
 
"Kita harus segera lakukan lompatan ke depan. Agar kita bisa menjadi negara papan atas dalam Indeks Pembangunan Manusia, dan itu salah satunya di sektor kesehatan. Mudah-mudahan lompatan inisiatif yang sangat futuristik, inisiatif yang sangat visioner ini akan mempercepat pembangunan SDM kita," ungkapnya. 
 
 
Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi) merupakan bagian dari pilar transformasi kesehatan bidang teknologi kesehatan, yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 
 
Teknolgi BGSi akan mempermudah diagnos dan penanganan penyakit pada seseorang. Sebelumnya untuk melihat kondisi kesehatan seseorang diambil dari darah, MRI, dan CT Scan. 
 
Melalui BGSi, ke depan diagnosisnya menggunakan genome sequencing.
 
Genome sequencing adalah metode yang digunakan untuk mengurutkan genom yang berada di organisme, seperti bakteri, virus, dan manusia. Genom adalah materi genetik yang tersusun dari DNA. 
 
 
Metode genome sequencing banyak digunakan sebagai penelitian di bidang genetik dan biologi molekuler, termasuk di bidang medis untuk memahami berbagai penyakit.
 
Genome sequencing bisa melihat secara benar-benar rinci yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan. Seperti apa dan juga bisa melihat potensi penyakit yang akan timbul di masa mendatang.
 
Saat ini, mesin genome sequencing hanya ada 12. Nanti akan ada sekitar 30 yang akan digunakan di rumah sakit rujukan nasional. Antara lain RS Kanker Dharmais, RS PON untuk stroke, RSCM untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal, RS di Yogyakarta, kemudian RSPI untuk infeksi, dan RS Sanglah untuk aging and wellness.*** 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
X