• Sabtu, 1 Oktober 2022

Komnas Disabilitas Puji Program Dukcapil Jemput Bola: Bukti Afirmasi Penyandang Disabilitas

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:51 WIB
Komnas Disabilitas memuji program Dukcapil yang dibesut Dirjen Zudan Arif Fakrulloh aktif dan sigap jemput bola sebagai bukkti afirmasi penyandang disabilitas (AG Sofyan )
Komnas Disabilitas memuji program Dukcapil yang dibesut Dirjen Zudan Arif Fakrulloh aktif dan sigap jemput bola sebagai bukkti afirmasi penyandang disabilitas (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.ID: Komisi Nasional (Komnas) Disabilitas memuji Program Dukcapil respon cepat jemput bola sebagai bukti afirmasi penyandang disabilitas.
 
Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menegaskan ingin turut mengambil peran dalam Visi Indonesia Emas 2045. 
 
Visi pemerintah ini untuk membangun NKRI sebagai negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur, berbekal SDM unggul dan menguasai pengetahuan serta teknologi. 
 
 
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan peran yang dimaksud di direktorat yang dia pimpin, antara lain memberikan identitas kependudukan bagi seluruh warga masyarakat. 
 
"Hal ini sejalan dengan filosofi dari tujuan konstitusi negara, yakni untuk membuat masyarakat sejahtera, senang dan bahagia," ujar Dirjen Prof Zudan Arif Fakrulloh dalam pengantar "Talk Show Menuju Indonesia Emas 2045" yang diselenggarakan oleh Institut kewarganegaraan Indonesia (IKI) bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), di Wisma 46, Kota BNI, Jakarta, Selasa (9/8/2022). 
 
 
Direktur Pendaftaran Penduduk, David Yama, yang turut hadir mendampingi Dirjen Zudan, juga menerangkan salah satu program unggulan Dukcapil, yaitu pelayanan administrasi kependudukan dengan cara jemput bola.
 
"Terobosan yang paling signifikan yakni jemput bola yang telah berjalan kurang lebih selama 10 tahun. Jadi jika ada panti-panti sosial atau disabilitas contohnya yang belum rekam KTP-el maupun belum memiliki dokumen kependudukan, silakan hubungi Disdukcapil setempat. Kami akan terjun langsung jemput bola melakukan pelayanan di panti tersebut," jelas Yama.
 
 
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh (PDH coklat) sebagai keynote speaker talk show bertajuk (AG Sofyan )
 
Dia menegaskan, Dukcapil juga memberikan apresiasi kepada berbagai komunitas untuk penduduk rentan adminduk seperti pemulung, penyandang disabilitas, Suku Anak Dalam dan Komunitas Adat Terpencil. 
 
"Berkat informasi yang mereka berikan, sasaran layanan jemput bola menjadi lebih cepat dan tepat," kata Direktur Yama.
 
 
Dalam sesi talkshow Yama menyampaikan, salah satu persoalan yang sedang dihadapi adalah terkait penduduk nonpermanen. 
 
Masalah ini muncul ketika penduduk indekos, mengontrak rumah atau pindah tidak berdasarkan domisili KK/KTP-el, dan tidak pula melapor ke Dinas Dukcapil
 
"Saat ini telah diterbitkan Permendagri No. 74 Tahun 2022 tentang Pendaftaran Penduduk Nonpermanen. Tujuannya memastikan seluruh penduduk nonpermanen terdata dalam database dukcapil," jelas Yama.
 
 
Direktur Yama juga menjelaskan bahwa pemanfaatan data penduduk nonpermanen ini akan digunakan dalam berbagai sektor, seperti pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perbankan. 
 
Momen ini turut dimanfaatkan Yama untuk memberikan literasi tentang satu data kependudukan.
 
Dia menyampaikan, satu data kependudukan maksudnya adalah semua dokumen yang dimiliki itu sama seperti Kartu Keluarga (KK), ijazah, akta kelahiran, dan lainnya.
 
 
Di tempat yang sama, Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dante Rigmalia, mengapresiasi langkah Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam pendataan dan pemberian identitas bagi penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB).
 
“Kami berterima kasih sekali kepada Ditjen Dukcapil Kemendagri yang telah aktif bersama Disdukcapil Daerah melakukan gerakan jemput bola pendataan dan pemberian identitas bagi penyandang disabilitas, khususnya pada anak-anak di SLB," ucap Dante.
 
"Anak-anak dan keluarganya senang sekali, tanpa repot-repot harus ke Disdukcapil mendapatkan dokumen kependudukan. Lebih dari itu rintangan penyandang disabilitas seperti rasa malu untuk mendapatkan dokumen kependudukan pelan-pelan tidak terjadi lagi,” lanjutnya.
 
 
Dalam acara ini juga dibagikan secara simbolis dokumen kependudukan kepada 5 keluarga yang mewakili komunitas pemulung, komunitas Cina Benteng (Ciben), dan panti asuhan di DKI Jakarta, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
 
Mendagri Prof Tito Karnavian menginstruksikan kepada Dukcapil dan Dinas Dukcapil di daerah untuk sigap, cepat, dan responsif melayani masyarakat terkait dokumen kependudukan.
 
 
"Sekarang zaman semakin transparan, sangat terbuka karena bekerja secara digital. Apalagi sekarang sudah Era Satu Data Indonesia," tandas Mendagri Tito. ***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Pokja Dukcapil Kemdagri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB

Kemenag Luncurkan Program Madrasah Digital di MAN 1 Medan

Minggu, 25 September 2022 | 11:49 WIB

Umsida - Desa Madiredo Kerja Sama Tangani Sampah Plastik

Sabtu, 24 September 2022 | 16:22 WIB
X