• Rabu, 7 Desember 2022

Penurunan Stunting, Berkontribusi  Pada Program Bangga Kencana dan Percepatan, Maya Raih MKK

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:58 WIB
Kepala BKKBN dr Hasto Hardoyo (kiri) dan Ketua Tim Penggerak PKK Batubara Maya Indriasari Zahir (kanan).
Kepala BKKBN dr Hasto Hardoyo (kiri) dan Ketua Tim Penggerak PKK Batubara Maya Indriasari Zahir (kanan).
 
 
SUARAKARYA.ID: Betkontribusi pada percepatan Penurunan Stunting, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Maya Indriasari Zahir meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK).
 
Tidak hanya Penurunan Stunting, istri Bupati Batubara Ir H Zahir M AP ini, dinilai berdedikasi penuh pada program Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). 
 
Penghar keberhasilan Penurunan Stunting dan dedikasi pada program Bangga Kencana diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
 
 
Penghargaan pada Maya Zahir diberikan langsung Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), dalam pembukaan Rapat Penelaahan (review) program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Gedung serba guna kantor BKKBN, di Jakarta, Kamis (11/8/2022).
 
Penyerahan penghargaan juga dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Plt Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Prof DR H Mohammad Mahfud MD SU MIP.
 
Penghargaan Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia melalui BKKBN. Pada sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, keluarga berencana (KB), dan pembangunan keluarga.
 
 
Salah satu program yang menarik dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Batubara yaitu pembentukan Laskar Istana, singkatan dari Lakukan Serentak Aksi Konvergensi Intervensi Stunting Secara Nyata. 
 
Usai penyerahan penghargaan, Maya mengatakan, Laskar Istana iadalah kerja sama Tim Penggerak PKK Kabupaten Batubara dengan Dinas Kesehatan, BKKBN, Bappeda, dan Dinas Pendidikan dalam menurunkan angka prevalensi stunting
 
Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Batubara mencapai 30,9 persen. Namun, atas arahan Bupati Zahir, Dinas Kesehatan P2KB Batu Bara melakukan penimbangan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) secara massal kepada lebih dari 90 persen balita. Hasilnya, angka stunting berada diangka 18,35 persen. 
 
 
Bupati Batubara Ir H Zahir MAP dalam penyerahan penghargaan  mengatakan, sangat penting memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
 
“Untuk memenuhi nutrisi pada 1000 HPK tidak perlu mahal, hanya dengan satu telur sebagai sumber protein pun sudah cukup agar anak tidak stunting,” kata Zahir.
 
Dia mengemukakan, untuk mencegah dan menangani stunting diperlukan kerja sama dan gotong royong dari berbagai pihak. Ibu hamil dan calon pengantin juga penting, untuk terdata secara online melalui aplikasi Elsimil dalam rangka mencegah bayi lahir stunting.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT Ke - 64, Pemprov NTB Gelar Donor Darah

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:15 WIB

Blacktide, Suplemen Pendukung untuk Kesehatan

Rabu, 30 November 2022 | 08:21 WIB
X