• Rabu, 5 Oktober 2022

Derita 40 Pasien Sumbing Bibir Berakhir: Tersenyum Bahagia Saat SidoMuncul Bantu Operasi Gratis di Tangerang

- Senin, 8 Agustus 2022 | 22:58 WIB
Derita 40 pasien sumbing bibir berakhir, mereka bisa tersenyum bahagia saat SidoMuncul membantu operasi gratis di Tangerang  (AG Sofyan )
Derita 40 pasien sumbing bibir berakhir, mereka bisa tersenyum bahagia saat SidoMuncul membantu operasi gratis di Tangerang (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.IDDerita 40 pasien sumbing bibir berakhir, mereka bisa tersenyum bahagia saat SidoMuncul membantu operasi gratis di Tangerang 
 
Nur Aisyah adalah orang tua dari balita bernama Arif kini bisa lega dan bersyukur, anak bungsunya yang masih berumur 4 tahun bisa mengikuti operasi sumbing bibir gratis yang dilaksanakan RS Selaras, Rumpin, Cisauk, Kabupaten  Tangerang, pada Sabtu (6/8/2022).
 
Sejak Arif dilahirkan, keluarga kecil ini harus menerima cobaan yang cukup berat. 
 
 
Selain tergolong keluarga prasejahtera, Nur dan suaminya harus ikhlas menerima kenyataan Arif terlahir dalam keadaan tidak normal, dengan sumbing bibir yang dideritanya.
 
Tentu jika harus melakukan operasi sumbing bibir, suami Nur yang hanya keseharian sebagai buruh lepas tak akan mampu membayar biaya rumah sakit tersebut.
 
Namun, sejak suami Nur bisa menghubungi Smile Train Indonesia, kini masa depan Anak Arif mulai terang. 
 
 
Selain Insya Allah akan normal bibirnya seperti teman-teman sebayanya, diharapkan Arif tidak akan menerima perundungan yang selama ini kerap dia terima 
 
Nur Aisyah, suami dan kakak Arif tentu akan bahagia karena si bungsu ke depan tidak akan minder lagi, kembali bisa tersenyum dan percaya dirinya akan kembali bangkit serta beban pisikologi keluarga mereka akan semakin ringan.
 
"Saya bersyukur kepada Allah karena sudah mengirim orang-orang baik membantu Arif, anak saya. Ada bantuan operasi sumbing bibir gratis dari SidoMuncul. Alhamdulillah saya betul-betul lega dan bahagia karena Arif nanti bisa tersenyum dan tidak diejek teman-temannya lagi," ungkap Nur.
 
 
Irwan Hidayat mengamini testimoni Nur Aisyah dan 39 peserta operasi sumbing bibir gratis yang digelar  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan RS Selaras, Cisauk, Kabupaten Tangerang.
 
Kenapa bos SidoMuncul itu bisa berkata demikian? Karena dirinya juga pernah mengalami kondisi yang kerap sakit-sakitan tatkala masih balita hingga tubuhnya juga kecil seperti kekurangan gizi yang sekarang orang menyebut sebagai stunting.
 
"Saya kira kondisi demikian (sumbing bibir-red) membuat kita serba tidak nyaman bahkan jadi beban hidup. Bukan saja orang tua balita, saudara mereka dan tentu penderita sumbing bibir itu sendiri," ujar Irwan Hidayat kepada wartawan yang secara langsung menyampaikan bantuan uang untuk mensukseskan kegiatan baksos operasi sumbing bibir gratis di RS Selaras, Tangerang.
 
 
Irwan menandaskan dengan adanya operasi sumbing bibir gratis, juga nantinya akan berdampak baik pada tumbuh kembang dan masa depan terhadap anak tersebut.
 
"Juga supaya tidak minder, kembali percaya diri. Mereka bisa bermain dan sekolah tanpa ada perundungan. Jadi saya senang dan bahagia dengan adanya operasi gratis ini," ucap Filantropi IndonesIa ini.
 
Sudah Ketujuh Kali 
 
Untuk ketujuh kalinya, SidoMuncul kembali menggelar baksos operasi sumbing bibir gratis. Kali ini yang menjadi target adalah warga masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
 
 
Bantuan operasi sumbing bibir SidoMuncul senilai Rp 280 Juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat kepada Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati disaksikan Direktur PT Bintara Arnirah Saraswati selaku pemilik RS Selaras, Mauk, Kabupaten Tangerang.
 
Direktur SidoMuncul menyerahkan secara simbolis bantuan operasi sumbing bibir SidoMuncul senilai Rp 280 Juta kepada Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati yang dilaksanakan di RS Selaras (AG Sofyan )
 
Bantuan diberikan untuk 40 pasien penderita sumbing bibir kurang mampu di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang dilakukan secara bertahap setelah para pasien melakukan proses screening sehari sebelumnya. 
 
"Bantuan senilai Rp 280 Juta untuk biaya operasi 40 pasien sumbing bibir dan langit-langit. Bantuan kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami berharap operasinya berjalan dengan lancar agar pasien dapat kembali tersenyum dan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam pergaulan, bersekolah, dan bermasyarakat," imbuhnya.
 
 
Irwan Hidayat mengatakan bahwa bantuan operasi sumbing bibir gratis bukan baru pertama kali dilaksanakan oleh SidoMuncul. 
 
Perusahaan jamu dan farmasi terbesar serta termodern ini telah melakukan operasi sumbing bibir gratis sebanyak tujuh kali sejak tahun 2018 yang digelar di beberapa wilayah nusantara. 
 
“Kami pernah melakukan baksos ini di RS Saint Carolus Borromeus, Kupang Nusa Tenggara Timur sebanyak dua kali, RSUD Dolok Sanggul di Sumatera Utara; RS Sari Asih Serang, Banten; RSUD Surodadi, Tegal; dan RSI Wonosobo Jawa Tengah. Total pasien yang telah dioperasi adalah 142 pasien,” tutur cucu pertama pendiri SidoMuncul, Bu Rakhmat Sulistio ini.
 
 
Influencer ini bertekad akan melakukan operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit lebih banyak lagi, termasuk yang selama ini SIDO lakukan dengan aksi operasi katarak gratis bekerjasama dengan Perdami, TNI dan Polri serta NGO yang mempunyai visi yang sama.
 
"Supaya bisa bersama pengusaha dan NGO agar dapat membantu mereka penderita  sumbing bibir. Saya ini kan newcomers untuk urusan seperti ini. Jadi saya ya tidak mengimbau. Sebelum saya, yang masuk sini (menggelar operasi gratis) kan sudah banyak dengan Rotary atau lainnya. Saya ini pendatang baru. Jadi mengikuti saja. Hanya niatnya membantu saja. Dan saya percaya Tuhan pasti kasih jalan," ucap sulung 5 bersaudara generasi ketiga SidoMuncul ini.
 
Irwan mengungkapkan pihaknya menargetkan dalam setahun bisa membantu 500 operasi sumbing bibir gratis.
 
 
"Untuk anggaran, pokoknya kami punya dana. Untuk katarak, operasi sumbing bibir, tahun depan kami tambahkan. Setelah dari RS Selaras tadi sudah ditawari sama NGO Smile Train di tempat lainnya," jelasnya.
 
Irwan menambahkan, saat ini pihaknya fokus memberikan bantuan untuk operasi katarak dan sumbing bibir.
 
Dia pun memberikan alasannya.
 
"Sederhana saja. Dengan keberhasilan operasi  sumbing bibir, mereka bisa makan dan bicara dengan normal dan sembuh. Lalu juga percaya dirinya naik karena sudah lancar bicara dan penampilan sama senormal orang-orang lainnya," ujarnya. 
 
 
Jamak Dialami Keluarga Prasejahtera 
 
Bibir sumbing merupakan cacat bawaan lahir yang terjadi pada bagian bibir dan langit-langit. Celah tersebut bisa terdapat di tengah, kanan, atau kiri bibir. 
 
Selain di bibir atas, sumbing juga bisa terjadi pada langit-langit mulut. Banyak faktor penyebab kasus ini yaitu kekurangan gizi pada tiga bulan pertama kehamilan dimana organ tubuh mulai terbentuk, kekurangan salah satu unsur mineral (Zn) yang terkandung dalam air yang diminum oleh ibu calon bayi, faktor keturunan, perkawinan keluarga dekat, dan lainnya. 
 
Fakta menunjukkan bahwa di Indonesia penderita sumbing bibir dan langit-langit kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu. 
 
 
Para penderita bibir sumbing kerap menghadapi sejumlah kendala dalam menjalani kehidupan. 
 
Kendala terbesar yang harus mereka hadapi mulai dari sulit mengonsumsi makanan, berbicara hingga pergaulan di tengah masyarakat.
 
Beri Masa Depan Lebih Baik
 
Sementara itu, Direktur PT Bintara Arnirah Saraswati yang tak lain pemilik RS Selaras Tangerang mengatakan pihaknya berterima kasih sekali diberikan kesempatan kepada untuk beramal saleh. 
 
 
Sebanyak 40 peserta operasi sumbing bibir dan langit-langit di RS Selaras, Tangerang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada SidoMuncul dan Smile Train IndonesIa (AG Sofyan )
 
"Alhamdulillah visi RS Selaras dengan visi Pak Irwan dan keluarga besar SidoMuncul adalah sama. Lebih banyak membantu masyarakat tidak mampu untuk operasi sumbing bibir, langit-langit dan katarak. Kami senang dipercaya dari dokter dan nakes kami menjadi bagian kerja bersama untuk menolong orang-orang susah," ungkap Amirah.
 
Sedangkan Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati mengatakan pihaknya juga mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada SidoMuncul yang sudah memberikan bantuan untuk 40 operasi yang dikerjakan Tim Dokter RS Selaras.
 
"Smile Train adalah NGO Internasional yang berkantor pusat di AS. Kita sudah ada sejak 1999 dan salah satunya di Indonesia. Programnya sudah ada sejak 2002. Dan pada bulan Maret kemarin kami di Indonesia sudah membantu 100 ribu operasi," tutur Deasy.
 
 
"Dan moment ini menjadi kebanggaan buat kami untuk pertama kalinya bisa bekerja sama dengan SidoMuncul dalam membantu anak-anak yang menderita sumbing bibir. Setiap bulan ada saja permintaan sampai permohonan bantuan 400 operasi," imbuhnya.
 
Deasy menjelaskan, pihaknya tentunya sangat berharap mereka segera dibantu. Karena kalau tidak segera dibantu operasi mereka akan mengalami masa-masa yang sulit yang menjadi beban hidupnya.
 
"Dari mulai mereka menelan dan mengkonsumsi makanan mereka dengan baik. Lalu kemudian mereka mengalami bullying. Sehingga mereka menjadi rendah diri. Kalau ini tidak ditangani segera mereka akan malu dan bisa tidak mau sekolah. Nanti masa depan mereka, pendidikan mereka akan terenggut," jelas Deasy.
 
 
"Inilah salah satu bentuk sosial yang luar biasa, sebab tidak hanya membantu tapi juga memberi mereka masa depan yang lebih baik," pungkasnya. ***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
X