• Rabu, 5 Oktober 2022

Pekerja Migran Indonesia, Sebanyak 193 Orang Dipulangkan Kembali ke Tanah Air 

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:55 WIB
 Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri (kanan) berdialog dengan seorang PMI.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri (kanan) berdialog dengan seorang PMI.
 
 
SUARAKARYA.ID: Pemerintah kembali memulangkan 193 dari 3200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia ke Indonesia, melalui Bandara International Soekarno Hatta, Kamis (4/8/2022), 
 
Berdasarkan data BP2MI,193 Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu terdiri dari 66 Perempuan dan 127 laki-laki. Mereka dipulakan kembali ke Tanah Sir karena kondisi kerentanan. Sakit, sebanyak 28, ibu dan anak sebanyak 30, 14 orang lansia, 1 orang anak tanpa penjaga, dan sisa 120 orang lainnya. 
 
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri menjemput langsung kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu. 
 
 
Deputi Femmy menyempatkan berinteraksi dengan para PMI dan memberikan dukungan moral, serta semangat kepada mereka. 
 
Dia berharap, agar para PMI dapat diurus berbagai aspek oleh kementerian dan lembaga terkait. Seperti identitas kependudukannya, perawatan kesehatan, serta mendapatkan pelatihan kerja.
 
“Mudah-mudahan bisa sampai ke daerah masing-masing. Tolong nanti dijaga bagi yang membawa bayi dan anak-anak. Segera diurus identitasnya, supaya nanti bisa mendapat pengobatan bagi yang sakit," jelasnya.
 
 
Lebih lanjut193 PMI itu akan melakukan karantina terlebih dahulu selama lima hari di Wisma Atlet dan akan divaksin sebelum dipulangkan ke daerah asal. Dari 193 PMI itu, mereka berasal dari Jawa Timur, NTB, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta dari provinsi lainya.
 
Setelah sampai di kampung halaman, Deputi Femmy minta pada PMI agar tidak lagi ke Malaysia kembali lewat jalur belakang, serta berharap BP2MI serta dinas sosial setempat bisa memberikan layanan. Agar bisa mandiri secara ekonomi, berdaya di negeri sendiri tanpa jauh-jauh harus mencari nafkah di negeri orang.
 
"Jangan balik lagi lewat jalan belakang. Bagi yang punya keterampilan, nanti ada job order dipersilakan bagi bapak ibu untuk meng-apply lagi," terang Femmy.
 
 
Pada kesempatan itu, hadir pula Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK Sudirman, Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan Roos Diana Iskandar, Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kemenko PMK Imron Rosadi.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
X