• Rabu, 5 Oktober 2022

Mengapa Wajib Tahu 6 Hak Cuti Karyawan: Ini Aplikasi Cuti Mempermudah Pengelolaan

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:32 WIB
Mengapa karyawan maupun perusahaan juga wajib tahu 6 hak cuti karyawan. Untuk memudahkan pengelolaan hak cuti perlu melihat aplikasi cuti ini (AG Sofyan )
Mengapa karyawan maupun perusahaan juga wajib tahu 6 hak cuti karyawan. Untuk memudahkan pengelolaan hak cuti perlu melihat aplikasi cuti ini (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.ID: Di Indonesia, hak cuti karyawan diatur pemerintah lewat Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, yang kemudian diatur ulang dalam Omnibus Law atau UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020.
 
Aturan cuti karyawan swasta yang ditetapkan UU adalah batas minimal, sehingga perusahaan diperbolehkan memberikan hak cuti lebih banyak.
 
Cuti Berbayar dan Tak Berbayar
 
Secara garis besar, cuti dibedakan menjadi dua, yakni cuti berbayar dan cuti tak berbayar.
 
 
Cuti berbayar (paid leave) adalah hak libur kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dengan jumlah hari tertentu sesuai UU, dimana karyawan yang mengambil cuti tetap mendapatkan upah.
 
Sedangkan cuti tidak berbayar merupakan cuti di luar tanggungan perusahaan. Karyawan diberi hak cuti oleh perusahaan untuk kepentingan tertentu, misalnya melanjutkan studi, ikut dinas suami atau istri, atau menjalankan aktivitas sosial-kemanusiaan, namun tidak mendapatkan upah selama masa libur kerja. 
 
Cuti di luar tanggungan sesuai dengan prinsip “no work no pay”. Ketentuan ini terdapat dalam UU No 13 Tahun 2003 Pasal 93 ayat (1) bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja atau buruh tidak melakukan pekerjaan.
 
 
6 Hak Cuti Karyawan Diatur dalam UU dan Bisa Diatur dengan Aplikasi Cuti
 
Hak Cuti Karyawan  telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 yang mengatur tentang ketentuan cuti karyawan, yang meliputi: cuti tahunan, cuti sakit, cuti besar, cuti bersama, cuti hamil, dan cuti penting. 
 
1. Cuti Tahunan
 
Pasal 79 Ayat 2 (c) menyatakan bahwa cuti tahunan diberikan kepada pekerja atau karyawan yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus. 
 
 
Cuti tahunan yang diberikan minimal 12 (dua belas) hari kerja, namun tetap dapat disesuaikan jika terjadi perjanjian, maupun penyesuaian atas jabatan atau beban kerja. 
 
Bahkan ada beberapa perusahaan yang juga tetap memberikan cuti meskipun karyawan tersebut belum bekerja selama satu tahun. 
 
Dalam masa cuti tahunan tersebut, karyawan berhak mendapatkan upah penuh, seperti yang disebutkan pada Pasal 84.
 
 
2. Cuti Sakit
 
Pada umumnya karyawan berhak mengambil waktu istirahat sesuai jumlah hari yang disarankan oleh dokter. Hal ini juga berlaku juga bagi karyawati yang kesehatannya terganggu karena haid, mereka diizinkan untuk mengambil cuti pada hari pertama dan kedua.
 
Kebijakan yang sudah diatur pada Pasal 93 Ayat 2 dan Pasal 81 lebih jelasnya mengatakan jika karyawan boleh untuk tidak melakukan pekerjaan jika sakit.
 
3. Cuti Besar
 
Berlaku bagi karyawan yang telah bekerja selama bertahun-tahun, maka perusahaan sangat disarankan memberikan cuti besar.
 
 
Seperti yang tertulis pada Pasal 79 Ayat 2 (d), disebutkan bahwa hak pekerja atau buruh, adalah:
 
Cuti besar istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 (satu) bulan bagi pekerja atau buruh yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang sama dengan ketentuan pekerja atau buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 (enam) tahun.
 
Jika berniat untuk mengambil cuti besar, anda sangat disarankan untuk mengaturnya jauh-jauh hari.
 
Mengingat durasi istirahat yang cukup panjang, dan anda tetap perlu melakukan tanggung jawab sebelum mengambil hak sebagai pekerja.
 
 
Perusahaan juga harus memberitahu hak cuti ini kepada pekerja, sebagai bentuk dari keterbukaan kepada pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut.
 
4. Cuti Bersama
 
Jenis cuti yang satu ini bisa berubah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE.302/MEN/SJ-HK/XII/2010.
 
Peraturan ini mengatakan jika pelaksanaan cuti bersama di sektor swasta, umumnya ditetapkan menjelang hari raya besar keagamaan atau hari besar nasional.
 
 
Menurut aturan yang berlaku, jika karyawan mengambil libur pada hari cuti bersama, maka cuti tahunannya akan berkurang.
 
Meskipun harus diakui masih ada beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan tersendiri di luar aturan pemerintah yang diberikajn.
 
5. Cuti Hamil
 
Karyawati berhak untuk beristirahat selama 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan, dan telah diatur dalam Pasal 82.
 
 
Akan tetapi, tentunya kebijakan ini juga bergantung pada perusahaan tempat bekerja. 
 
Hal ini juga berlaku bagi karyawati yang mengalami keguguran, ia diizinkan mendapatkan cuti selama 1,5 bulan.
 
6. Cuti Penting
 
Seperti pasal 93 Ayat 2 dan 4 menyebutkan tentang hak cuti karena alasan penting bagi pekerja maupun karyawan, maka mereka berhak mendapatkan cuti sebagai berikut:
 
Mengkhitankan anaknya: 2 hari
istri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 hari.
 
Anggota keluarga yang termasuk keluarga inti meninggal dunia: 1 hari.
 
Pekerja atau buruh menikah: 3 hari
 
 
Menikahkan anaknya: 2 hari Suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia: 2 hari.
 
Membaptiskan anaknya: 2 hari.
 
Perlu menjadi perhatian jika undang-undang cuti berpihak pada para pekerja, itu semua harus kembali ditanyakan kepada perusahaan tempat anda bekerja.
 
Jika perlu buatlah perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak. 
 
 
Karena ada beberapa perusahaan yang memberikan upah penuh atau pemotongan upah yang bisa diberlakukan termasuk dengan tunjangan, atau kehadiran kantor, untuk menghindari konflik di kemudian hari.
 
Jika perlu gunakanlah aplikasi cuti untuk mengatur kehadiran dan jadwal cuti. 
 
Dengan aplikasi cuti ini, Divisi HR dapat menghemat waktu dalam mengakomodir cuti pekerja atau buruh.
 
Kelola Cuti dan Izin Karyawan Lebih Efisien dengan Aplikasi Cuti 
 
Kini, mengelola cuti dan izin karyawan bisa dilakukan lebih mudah dan efisien melalui aplikasi cuti. 
 
Aplikasi cuti dari Talenta memungkinkan proses pengajuan cuti lebih cepat tanpa form cuti karyawan alias paperless.
 
Karyawan dapat mengajukan cuti, izin, atau sakit lewat aplikasi cuti online Talenta, dan manajer atau atasan dapat menyetujuinya secara online pada saat yang sama. 
 
Dalam hal pengajuan cuti mensyaratkan persetujuan dari beberapa atasan di level berbeda dalam struktur organisasi, Talenta dapat mengakomodasi proses itu melalui fitur multi-approval.
 
 
Bagi karyawan, proses cuti online lebih menguntungkan karena tidak berbelit. Ini memudahkan karyawan yang ingin mengajukan izin karena urusan mendadak atau sakit.
 
Mereka cukup mengajukan izin atau sakit melalui aplikasi cuti di smartphone mereka.
 
Sementara bagi HR, aplikasi cuti  membantu menyederhanakan pekerjaan mereka mengelola cuti tahunan. 
 
 
Aplikasi cuti Talenta mencatat dan menghitung hak cuti karyawan secara real-time. Pengajuan cuti online yang disetujui langsung otomatis mengurangi jatah cuti karyawan bersangkutan. 
 
Jadi, anda tak perlu repot-repot memindahkan data cuti dari form kertas cuti ke kolom excel dan melakukan rekap manual. 
 
Semua proses pencatatan dan perhitungahn cuti berjalan otomatis di aplikasi cuti berbasis cloud ini. Anda memiliki database cuti yang selalu diperbarui.
 
Kelebihan Lainnya dari Talenta by Mekari:
 
1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah
 
 
Keunggulan dari Talenta By Mekari ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. 
 
Mulai dari pinjaman tunai, halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Talenta By Mekari ini.
 
Berikut ini detail fiturnya:
 
Fitur payroll, fitur ini membantu perusahaan menghitung dan bisa membayar payroll karyawan secara otomatis setiap bulannya. Proses payroll lebih efektif dan efisien karena tidak harus dilakukan di kantor.
 
 
Fitur manajemen waktu, maka tim HR perusahaan bisa dengan mudah melakukan otomatisasi proses cuti karyawan dan lemburan yang dilakukan.
 
Fitur absensi mobile, maka seluruh karyawan bisa melakukan absensi dengan mudah kapan dan dimana saja. 
 
Dan fitur ini juga memudahkan tim HR dalam melakukan pengawasan pada absensi karyawan sewaktu-waktu.
 
 
Fitur database karyawan, dapat membantu HR dalam melakukan pengelolaan data dan informasi terkait karyawan. 
 
Mulai dari data personal, informasi tunjangan, hingga fasilitas yang berhak diterima karyawan.
 
2. Kostumisasi yang sangat terperinci
 
Semua hal yang diatur di dalam aplikasi cuti Talenta diatur secara sangat terperinci, di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri.
 
 
3. Tim support yang efektif dan responsif
 
Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.
 
Dalam aplikasi Talenta ini juga sering diadakan promo dan diskon yang berakibat pada harga yang bisa lebih murah dari harga normal. 
 
Tentu saja hal ini bisa dikatakan angin segar untuk perusahaan yang ingin menggunakan Talenta sebagai sistem payroll mereka namun dengan anggaran yang terbatas.
 
 
Apalagi untuk kondisi sekarang ini di mana karyawan lebih sering Work From Home, menggunakan aplikasi cuti Talenta tentu akan sangat membantu dalam hal pengkondisian karyawan dengan sistem otomatisnya yang akan sangat membantu perusahaan.
 
Dengan adanya aplikasi cuti maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal.
 
Talenta dapat diakses dengan mudah di https://Talenta.co. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB
X