• Selasa, 9 Agustus 2022

Jumlah Perokok Anak Meningkat, Kemenkes: Akan Menghasilkan Generasi Muda yang Tidak Unggul

- Senin, 1 Agustus 2022 | 00:04 WIB
Foto ilustrasi: Istimewa
Foto ilustrasi: Istimewa

SUARAKARYA.ID: Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan tingginya prevalensi perokok pemula akan menghasilkan generasi muda yang tidak unggul.

''Perlu adanya penyempurnaan perlindungan terhadap generasi muda dan anak-anak dari bahaya merokok,'' tegasnya dalam rapat tindak lanjut uji publik perubahan PP 109/2012 di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Dalam laman resmi Kemenkes yang dipantau suarakarya.id disebutkan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan harus direvisi. Pasalnya PP tersebut belum cukup efektif menurunkan perokok anak.

Baca Juga: Kemenkes Berikan Obat Anti Virus Tenovofir pada Ibu Hamil untuk Hentikan Penularan Hepatitis B

PP 109/2012 dipandang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman dengan semakin maraknya iklan, promosi, dan sponsor produk rokok di berbagai media. Ditambah lagi pengaturan mengenai bentuk-bentuk rokok lain seperti rokok elektrik belum diatur dalam PP 109/2012.

Kondisinya saat ini penjualan rokok masih terus meningkat, begitupun dengan jumlah konsumsi rokok, perokok anak, dan kematian akibat merokok juga kian meningkat.

Penjualan rokok pada tahun 2021 meningkat 7,2% dari tahun 2020, yakni dari 276,2 miliar batang menjadi 296,2 miliar batang.

Baca Juga: Lirik Lagu Berita Kepada Kawan - Ebiet G Ade...Coba Kita Bertanya pada Rumput yang Bergoyang

Konsumsi rokok berjumlah 70,2 juta orang dewasa, dan penggunaan rokok elektrik meningkat 10 kali lipat dari 0,3% di tahun 2011 menjadi 3% di tahun 2021.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puasa Tasua dan Asyura, Ini Keutamaannya

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:54 WIB
X