Pemalsuan AMDK Galon Isi Ulang Terus Berulang Terjadi, YLKI: Produsen Harus Ambil Langkah-langkah Responsif

- Jumat, 29 Juli 2022 | 05:33 WIB
Foto ilustrasi: Istimewa
Foto ilustrasi: Istimewa

SUARAKARYA.ID: Pemalsuan atau pengoplosan air minum dalam kemasan (AMDK) galon isi ulang terus berulang terjadi. Ini seringkali dilakukan terhadap merek yang paling banyak dikonsumsi masyarakat yakni Aqua.

Pada 22 Juni 2022, Kepolisian Resor Cilegon, Banten, kembali mengungkap kasus pemalsuan atau pengoplosan AMDK galon isi ulang merek Aqua.

Pengungkapan ini terjadi ketika patroli polisi pada 16 Juni 2022 menemukan aktivitas pengoplosan isi galon merek Aqua di Panggungrawi, Kecamatan Jombang, sekitar 10 menit perjalanan dari Kota Cilegon, Banten. Pelaku berjumlah enam orang. Lima sudah ditangkap dan satu masih diburu polisi, setidaknya hingga 22 Juni 2022.

Menariknya, dari keenam pelaku, satu di antaranya adalah pemilik gudang agen Aqua dan satu lagi yang masih buron merupakan penyuplai tutup asli galon Aqua.

Baca Juga: PLN Dukung Geliat Ekonomi Seiring Pembangunan IKN dengan Siapkan Infrastruktur Kelistrikan Andal

Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro menjelaskan bagaimana para pelaku memalsukan atau mengoplos air minum galon isi ulang Aqua. Para pelaku mengisi galon asli merek Aqua di depot air minum. Tutup galon kemudian diganti dengan tutup asli merek Aqua yang mereka dapatkan dari si penyuplai dengan harga Rp 5.000. Setelah itu, mereka menjual galon-galon asli bertutup asli merek Aqua tapi dengan isi air oplosan itu dengan harga Rp 16.000 per galon.

Menurut keterangan Kapolres, para pelaku mampu memproduksi 100 galon per hari atau 2.500 galon per bulan. Dari kejahatan ini, mereka berhasil mereguk keuntungan hingga Rp 28 juta per bulan. “Dan ini sudah berlangsung selama dua tahun,” kata Eko, menggambarkan betapa mudahnya kejahatan itu dilakukan dan betapa besarnya keuntungan yang diraih.

Menurut catatan Kepolisian, kasus pemalsuan atau pengoplosan AMDK galon isi ulang nyaris ditemukan setiap tahun. Pada 2011, kasus seperti ini ditemukan di Bantul, lalu menyusul di Kota Depok (2016), Tangerang Selatan (2017), Pandeglang (2018), Magetan (2020), dan Cilegon (2022).
Saking seringnya kasus pemalsuan atau pengoplosan menimpa Aqua, sampai-sampai situs resmi produk tersebut menjelaskan bagaimana cara agar konsumen bisa membedakan mana Aqua galon asli dan palsu.

Baca Juga: Riset BRIN: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nilai Tukar Petani NTB Naik

Kamis, 2 Februari 2023 | 11:59 WIB

Taraf Pendidikan Generasi Milenial di NTB Meningkat

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:07 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Turun

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:04 WIB
X