• Senin, 26 September 2022

Kelola Sampah Organik dengan Maggot Lalat Tentara Hitam

- Jumat, 29 Juli 2022 | 04:32 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) tinjau lokasi pengelolaan sampah
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) tinjau lokasi pengelolaan sampah
 
 
 
SUARAKARYA.ID: Pengelolaan sampah organik dengan BSF maggot di Makassar, memperoleh dukungan dan apresiasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. 
 
Pengelolaan sampah merupakan aksi nyata dalam Gerakan Indonesia Bersih, yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), 
 
Dalam pengelolaansampah, 
berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik. Yakni mencapai sekitar 57 persen dari total timbulan sampah.
 
 
Untuk mengolah sampah organik ini, selain dengan pengomposan juga  bisa dilakukan dengan budidaya BSF (Black Soldier Fly) atau Lalat Tentara Hitam.
 
BSF (Hermetia Illucens) adalah sejenis lalat berwarna hitam yang larvanya (maggot), mampu mendegradasi sampah organik. Maggot atau belatung yang dihasilkan dari telur lalat hitam (BSF) sangat aktif memakan sampah organik.
 
Selain itu, budidaya Maggot juga dapat menumbuhkan sumber penghasilan baru di tengah masyarakat.
 
“Budidaya maggot ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat, dan harapan saya agar Pemkot Makassar dapat mengembangkan budidaya ini,” ungkap Menko PMK, saat meninjau pengelolaan sampah organik dengan BSF Maggot di Bank Sampah Pusat (BSP) di Kelurahan Paccerakkang,  Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/7/2022). 
 
 
Namun demikian, budidaya Maggot di Makassar masih terkendala fasilitas dan peralatan yang memadai. Selama ini alat yang digunakan masih alat impor dari Korea.
 
Karena itu, Menko PMK minta pihak pemerintah kota untuk menggandeng kampus dan stakeholder terkait. Untuk membuat alat dan inovasi dalam membudidayakan maggot.
 
“Saya senang sekali, secara prototipe ini sudah bagus, tapi harus ada penanganan serius. Karena itu, saya sarankan pihak Pemkot bisa menggandeng kampus atau stakeholder terkait untuk membantu,” tuturnya. 
 
 
Menko PMK juga minta Pemkot Makassar, untuk mengedukasi masyarakat, agar memisahkan sampahnya. Karena, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi bahan makan Maggot. 
 
Perubahan paradigma di masyarakat harus didorong dalam menanami nilai, sampah bisa dikelola dengan baik jika dipilah dari rumah.
 
“Tapi harus ada anggaran dari pemerintah kota, untuk membeli sampah dari ibu-ibu. Karena saat ini kan di Makassar baru 10 persen dari botol plastik yang bisa didaur ulang,” jelasnya.
 
 
Adapun saat ini Bank Sampah Pusat Paccerakkang sudah mampu memproduksi berbagai macam produk olahan dari sampah dan dari budidaya maggot.
 
“Kalau bisa Makassar menjadi model pengolahan sampah organik yang produktif,” ujarnya.***
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenag Luncurkan Program Madrasah Digital di MAN 1 Medan

Minggu, 25 September 2022 | 11:49 WIB

Umsida - Desa Madiredo Kerja Sama Tangani Sampah Plastik

Sabtu, 24 September 2022 | 16:22 WIB
X