• Senin, 26 September 2022

Indonesia Angkat Prinsip Ekonomi Sirkular Dalam Komitmen Dan Aksi Kolaborasi Indonesia Untuk Penanganan Sampah

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 15:11 WIB
Konferensi Kelautan PBB atau United Nation Ocean Conference (UNOC) 2022  di Lisbon, Portugal.  (KLHK)
Konferensi Kelautan PBB atau United Nation Ocean Conference (UNOC) 2022 di Lisbon, Portugal. (KLHK)



SUARAKARYA.ID :  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi didukung oleh Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dan United Nations Development Programme (UNDP) membahas pentingnya aksi kolaborasi multi stakeholder untuk menyelesaikan permasalahan sampah laut secara global dalam Konferensi Kelautan PBB atau United Nation Ocean Conference (UNOC) 2022 pada Kamis (30/6/2022) di Lisbon, Portugal.

UNOC adalah konferensi kelautan tingkat internasional yang membahas tentang isu - isu kelautan dan lingkungan yang sedang dihadapi saat ini serta membahas terkait aktivitas ekonomi yang menekankan pada  aspek kelautan yang berkelanjutan.

Demikian siaran pers yang diterima Suarakarya.id, Sabtu (9/7/2022) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH K).

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang ditunjuk sebagai ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI) dalam UN Ocean Conference ini menyatakan, “Inovasi dan kolaborasi sangatlah penting dalam mengatasi masalah sampah plastik, Indonesia dan negara-negara kepulauan berkomitmen untuk menjaga kelestarian laut”.

Konferensi Kelautan yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Kenya dan Portugal ini, hadir di saat dunia sedang berusaha untuk mengatasi banyak masalah yang mengakar di masyarakat, dimana hal tersebut membutuhkan transformasi struktural dan solusi bersama yang sesuai dengan SDGs.

Konferensi ini berusaha untuk mendorong solusi inovatif berbasis sains yang sangat dibutuhkan untuk memulai babak baru pada aksi laut global.
Side event yang diselenggarakan pada Kamis (30/6/2022) tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mendorong pengetahuan dan pemahaman yang lebih besar tentang masalah yang terkait dengan sampah plastik lintas batas. Pada kesempatan yang sama di UNOC 2022, Indonesia juga telah menyelenggarakan side event yang membahas mengenai rekomendasi upaya pemantauan sampah laut yang dilaksanakan pada Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Hadiri One Ocean Summit, Jokowi: Indonesia Komit Kurangi Sampah Laut 70 Persen Sampai 2025

Dalam sambutannya, Luhut Binsar Panjaitan yang juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) ini berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mempercepat kolaborasi regional, nasional, dan global untuk mengatasi masalah sampah plastik laut, “Upaya penanganan sampah harus mampu memadukan model pengelolaan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik dan memfasilitasi pengembangan ekosistem hilir. Ini akan mempelopori aliran pendapatan baru untuk mengekstraksi nilai maksimum dari bahan termasuk kaca, kertas, logam, dan sampah plastik”, ujar Luhut.

Baca Juga: Kilang Kasim Terima Penghargaan Lingkungan Hidup Dari Bupati Sorong

Seperti yang kita tahu, sampah plastik merupakan masalah global yang masih sukar dipecahkan, banyak penelitian yang menunjukkan dampak merugikan dari sampah plastik terhadap keanekaragaman hayati, masyarakat, hingga ekonomi lokal dan nasional. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan perhatian nyata yang melibatkan para pemangku kepentingan untuk mengurangi sampah plastik di ekosistem.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenag Luncurkan Program Madrasah Digital di MAN 1 Medan

Minggu, 25 September 2022 | 11:49 WIB

Umsida - Desa Madiredo Kerja Sama Tangani Sampah Plastik

Sabtu, 24 September 2022 | 16:22 WIB
X