• Rabu, 10 Agustus 2022

BPJS Kesehatan Surabaya Dorong Pesertanya Lakukan Skrining Riwayat Kesehatan

- Rabu, 29 Juni 2022 | 20:04 WIB
BPJS Kesehatan Surabaya saat menggelar sosialisasi tentang skrining riwayat kesehatan
BPJS Kesehatan Surabaya saat menggelar sosialisasi tentang skrining riwayat kesehatan


SUARAKARYA.ID: BPJS Kesehatan Surabaya mendorong pesertanya untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, dari 2,2 juta peserta yang melakukan skrining riwayat kesehatan, sebanyak 14 persen memiliki potensi resiko hipertensi, 6 persen jantung koroner, 3 persen ginjal kronis dan 3 persen diabetes melitus.

"Peserta dengan potensi resiko penyakit itu bisa dilakukan intervensi dan tatalaksana oleh FKTP, untuk mencegah resiko terjadinya penyakit," ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Surabaya, Eka Wahyudi, Rabu (29/6/2022).

Skrining riwayat kesehatan sendiri merupakan pengisian pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga, dan pola konsumsi makanan di fitur menu skrining riwayat kesehatan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut Gelar Sosialisasi Masif Di Komunitas KBOS

Kegiatan itu dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS yang bersuao lebih dari 15 tahun sebagai upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan diri.

Skrining riwayat kesehatan, kata Eka, diperlukan agar peserta mengetahui potensi resiko penyakit kronis pada dirinya. Hasil skrining juga bisa digunakan untuk membuka akses peserta unutk mendapatkan pelayanan kesehatan JKN, khusunya bagi peserta yang belum pernah memanfaatkan layanan JKN di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Skrining riwayat kesehatan dilakukan minimal sekali setahun, dengan mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Gelar Kampanye Anti Pelecehan Seksual Serentak Di 14 Stasiun

Jika hasil skrining riwayat kesehatan ternyata hasilnya memiliki resiko rendah, peserta harus menjaga pola hidup sehat, olahraga dan konsultasi kesehatan dengan dokter FKTP melelui telekonsultasi atau kunjungan langsung.

Sedangkan jika hasilnya ternyata memiliki resiko sedang dan tinggi, harus segera konsultasi kesehatan dengan dokter FKTP dan melakukan skrining kesehatan/ pemeriksaan lanjutan di FKTP.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puasa Tasua dan Asyura, Ini Keutamaannya

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:54 WIB
X