• Minggu, 3 Juli 2022

Jemaah Haji Sebanyak 20 Kloter Gelombang Pertama Sudah Diberangkatkan Dari Embarkasi Surabaya

- Minggu, 19 Juni 2022 | 14:39 WIB
Jemaah haji saat hendak berangkat ke Tanah Suci. (Kominfo Jatim)
Jemaah haji saat hendak berangkat ke Tanah Suci. (Kominfo Jatim)


SUARAKARYA.ID: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya sudah memberangkatan seluruh jemaah haji dalam fase gelombang pertama. Sebanyak 20 kelompok terbang (kloter) sudah diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo langsung menuju Madinah Al Munawwarah.

Menurut Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, kloter terakhir gelombang pertama yang diberangkatkan adalah rombongan jemaah haji dari Kota Probolinggo, Kota Batu, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Gresik.

"Kloter 20 merupakan fase terakhir gelombang pertama yang diterbangkan menuju Madinah. Jumlah jemaah haji yang telah diberangkatkan adalah 8.956 jemaah," ujarnya, Jum'at (17/6/2022).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gelar Sosialisasi Dan Beri Perlindungan Bagi Para PSM Kota Kediri

Pemberangkatan Jamaah Haji Kloter 20 dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo menuju Bandara Internasional Juanda berurutan dengan Kloter 19 asal Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo ini hanya selisih waktu 2 jam dalam jadwal penerbangannya.

Selama pemberangkatan jemaah haji fase gelombang pertama ini, tercatat ada 2 jemaah haji perempuan yang dinyatakan positif hamil. Sesuai peraturan yan berlaku, mereka harus menunda keberangkatannya ke tanah suci pada tahun 2022 ini.

Menurut Husnul Maram, mereka diketahui hamil setelah mengikuti pemeriksaan tes urin pada Wanita Usia Subur (WUS). "Jemaah haji dari Kloter 19 yang hamil dengan usia kandungan 4 minggu, sedangkan dari Kloter sebelumnya usia kandungan 8 minggu," ujarnya.

Baca Juga: Apotek Lifepack Yang Tawarkan Layanan Lengkap Dan Ongkir Gratis Kini Hadir Di Surabaya

Menurut aturan penerbangan, yang diperkenankan adalah usia kehamilan 14 minggu-26 minggu, jadi usia kehamilan trimester pertama atau trimester ketiga tidak boleh ikut terbang.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X