• Selasa, 28 Juni 2022

SDG Bond, Upaya Tangguh Untuk Menjadi Terdepan Dalam Solusi Keuangan Agenda SDGs Indonesia  

- Kamis, 16 Juni 2022 | 21:35 WIB
Webinar, seiring penerbitan SDG Bond di pasar global.
Webinar, seiring penerbitan SDG Bond di pasar global.

SUARAKARYA.ID: Indonesia bersiap untuk menerbitkan obligasi tematik. Yaitu SDGs Bond kedua, tahun 2022. Penerbitan ini dilandaskan kesuksesan Indonesia tahun lalu sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara dan ketiga di dunia untuk menerbitkan SDG Bond di pasar global. 

Sebuah Webinar digelar, pada saat yang tepat ketika Indonesia bakal terbitkan SDGs Bond tersebut, pada Kamis (16/6/2022). 

Seperti diketahui, guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang mencakup Agenda 2030, membutuhkan investasi keuangan yang sangat besar. Tidak terkecuali dalam inovasi serta strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Baca Juga: Bayar 'Pake' Mentimun, Pertemuan Menyegarkan Menunggu Anda, Apapun Koktail Yang Anda Pilih.   

Sebagai upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam memajukan mekanisme keuangan inovatif. Untuk meningkatkan pembiayaan SDGs di Indonesia, United Nations Development Programme (UNDP) di bawah Program Bersama PBB Accelerating SDGs Investments in Indonesia (ASSIST), menggelar webinar. 

Webinar bertajuk Leveraging Capital for Inclusive Growth & Sustainable Recovery through SDG Bonds. Webinar menjadi platform bagi para pakar keuangan dan pembuat kebijakan dari kawasan Asia Pasifik. Untuk berbagi praktik terbaik dalam memaksimalisasi dampak dari obligasi tematik.

Tahun 2021, SDG Bond Indonesia berhasil mengumpulkan EUR500 juta dan telah membiayai proyek-proyek strategis. Yang berhasil meningkatkan kualitas hidup banyak orang Indonesia, pada sektor-sektor terkait dengan kesehatan, pendidikan, serta akses telekomunikasi.

Baca Juga: EWG Ketiga G20 Swiss, Sepakati Metode Deklarasi Menteri Perburuhan

Resident Coordinator PBB di Indonesia Valerie Julliand mengatakan, pemanfaatan sumber pembiayaan inovatif adalah kunci, untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan. Yang menghambat negara-negara berkembang untuk mencapai SDGs, yang diperkirakan sekitar USD 3,7 triliun per tahun.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X