• Minggu, 3 Juli 2022

33 Tahun Berjuang, BKKBN Kembali Raih Penghargaan Tertinggi Bidang Kependudukan 

- Rabu, 15 Juni 2022 | 22:39 WIB
 Deputi Bidang Lalitbang BKKBN Prof drh Muhammad Rizal Martua Damanik MRepSc PhDPhD (kanan) menerima penghargaan.
Deputi Bidang Lalitbang BKKBN Prof drh Muhammad Rizal Martua Damanik MRepSc PhDPhD (kanan) menerima penghargaan.
 
SUARAKARYA.ID: Setelah 33 tahun berjuang, akhirnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali berhasil meraih penghargaan tertinggi dunia dalam bidang Kependudukan. Yaitu The 2022 United Nations Population Award (UNPA) atau Penghargaan Dunia di Bidang Kependudukan tahun 2022, untuk kategori Institusi. 
 
BKKBN sebagai perwakilan Indonesia telah berhasil menyisihkan kandidat lain, yang berasal dari 193 negara anggota PBB. Indonesia pernah menerima UNPA yaitu Presiden RI ke 2  Soeharto pada 33 tahun lalu (tahun 1989). 
 
Penyerahan Penghargaan UNPA kepada Kepala BKKBN Dr (H.C) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) melalui Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Prof drh Muhammad Rizal Martua Damanik MRepSc PhD, yang diserahkan Eksekutif Director UNFPA, Kantor Pusat PBB New York Dr Natalia Kanem kepada BKKBN di New York, Amerika Serikat. 
 
 
Pada kesempatan itu, Prof Rizal Damanik mengucapkan dengan bangga rasa terimakasihnya atas penyerahan penghargaan ini, 
 
BKKBN merasa sangat terhormat menerima Penghargaan Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa Tahun 2022 ini," ucapnya, saat menerima penghargaan di New York, USA, Selasa (14/6/2022) malam. 
 
BKKBN, lanjutnya, juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada  Presiden Indonesia Joko Widodo dan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Perwakilan Tetap Republik Indonesia di New York, serta United Nations Population Fund (UNFPA) Country Office Indonesia. Atas dukungan dan kerja  samanya, sehingga  prestasi penting ini dapat diraih. BKKBN 
 
 
Pada Pembangunan Nasional, dalam lima dekade terakhir, BKKBN telah berhasil melaksanakan Program Keluarga Berencana di Indonesia. Hal ini berdampak pada penurunan tajam TFR di Indonesia dari 5,6 menjadi 2,2 anak per wanita selama tahun 1970 hingga 2000.
 
Selain itu, terang Damanik, pertumbuhan penduduk Indonesia menurun dari 2,31persen per tahun pada 1971–1980 menjadi 1,25 persen per tahun pada 2010–2020. Lalu, mengurangi dampaknya terhadap layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.  
 
"Perubahan jumlah penduduk ini pada akhirnya membawa perbaikan taraf hidup di Indonesia," ujarnya. 
 
Di bagian lain, Executive Director UNFPA Pusat di New York Natalia Kanem mengatakan, Indonesia melalui koordinasi BKKBN dan Kementerian Luar Negeri serta Perwakilan Tetap Republik Indonesia mengusulkan, BKKBN mewakili delegasi Republik Indonesia. Sebagai nominasi untuk bersaing meraih penghargaan Penghargaan Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNPA dengan nominasi lainnya yang telah diusulkan. 
 
 
Natalia menyatakan, dirinya  turut bangga untuk BKKBN atas diraihnya UNPA kali ini. Dikemukakannya, BKKBN merupakan instansi di Indonesia yang berkontribusi dalam penerapan Keluarga Berencana. 
 
Selain itu, BKKBN juga terlibat dalam Kerja sama Selatan Selatan dalam hal pelatihan dan membimbing para pakar kependudukan. Yang melibatkan organisasi non pemerintah dan berbasis agama tentang masalah kependudukan.***
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X