• Minggu, 2 Oktober 2022

Banyak Anak, Penyumbang Stunting Tinggi Dalam Satu Keluarga

- Rabu, 8 Juni 2022 | 05:39 WIB
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo.
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo.
 
SUARAKARYA.ID: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai jumlah anak banyak dalam satu keluarga sebagai penyumbang tingginya angka prevalensi stunting
 
Hal itu disampaikan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, Minggu (5/6/2022) menanggapi viralnya “kampung banyak anak” di Kampung Siderang Legok, Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug,  Garut, Jawa Barat.
 
Di kampung yang mayoritas warganya sebagai petani musiman itu, rata-rata satu keluarga memiliki anak lebih dari 10 orang dari satu pasangan suami-istri.
 
“Ini persoalan serius yang harus disikapi dan dicarikan jalan keluarnya. Jawa Barat memiliki populasi tertinggi di Pulau Jawa, Jawa Barat juga memiliki prevalensi stunting tinggi dengan angka 24 persen lebih,” jelas Hasto.
 
 
Dia mengatakan, fenomena kampung banyak anak itu memiliki korelasi, dengan angka prevalensi stunting di Jawa Barat yang tinggi. “Jawa Barat masuk dalam 12 provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi,” ujarnya. 
 
Tingginya prevalensi stunting di Jawa Barat, imbuh Hasto, disebabkan jumlah anak yang banyak dalam satu keluarga, rentang waktu kelahiran yang cukup rapat, serta pernikahan dini.
 
“Data BKKBN, selama pandemi Covid-19, pernikahan dini di Jawa Barat jumlahnya mengalami peningkatan. Padahal, perkawinan usia dini menyebabkan tingginya risiko kematian ibu dan bayi yang dilahirkan, serta bayi  yang stunting karena ketidakcukupan nutrisi selama kehamilan,” jelas Hasto.
 
 
Berdasarkan pendataan yang dilakukan BKKBN, hingga saat ini satu dari empat balita di Indonesia mengalami stunting. Bahkan, ada 21,9 juta keluarga dari 66,4 juta keluarga di Indonesia yang berisiko stunting.
 
Karena itu Hasto mengajak masyarakat untuk membuang jauh pola pikir, banyak anak itu banyak rejeki. "Kondisi saat ini sangat berbeda dengan dahulu. Sekarang kalau banyak anak maka banyak masalah,” kata Hasto.***
 
 
 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

Indonesia Optimistis Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Jumat, 30 September 2022 | 18:36 WIB

Stiamak Barunawati Surabaya Segera Tambah 4 Prodi Baru

Kamis, 29 September 2022 | 17:16 WIB

Kemenag Luncurkan Program Madrasah Digital di MAN 1 Medan

Minggu, 25 September 2022 | 11:49 WIB
X