• Rabu, 29 Juni 2022

Karena Pentingnya Kualitas SDM Papua, Pemda Teluk Wondama  Naikkan Gaji Guru Honorer

- Kamis, 26 Mei 2022 | 10:22 WIB
Guru Honorer Di Teluk Wondama Papua Barat (Istimewa)
Guru Honorer Di Teluk Wondama Papua Barat (Istimewa)




SUARAKARYA.ID: Karena pentingnya kualitas SDM Papua, maka Pemda  Teluk Wondama Papua Barat akan menaikkan gaji guru honorer yang mengajar di sana.

Bicara peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua maka itu terkait erat dengan guru. Makanya, Pemda Teluk Wondama, Papua Barat mulai merancang metode yang berkenaan.

Untuk memenuhi rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mulai 2023 menambah upah guru kontrak maupun guru honorer di wilayah itu.

Baca Juga: Masyarakat Ambon Minta Gerai Ritel Modern Dibatasi Karena Mematikan UMKM Setempat

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Teluk Wondama Jonathan Sembiring di Isei, Wasior, Rabu, mengatakan rencana anggaran untuk tambahan penghasilan bagi guru honorer dan guru kontrak mulai 2023 telah mendapatkan lampu hijau dari tim anggaran pemkab setempat.

“Kami sudah usulkan dalam musrenbang kabupaten, tim anggaran sudah setujui walaupun belum bisa besar sekali karena sesuai kondisi keuangan daerah," ujar Sembiring.

Dia menyebutkan upah guru honorer dan guru kontrak akan naik menjadi sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.

Baca Juga: Dikabarkan 10 Anggota TNI  Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerangkeng Manusia

Dengan kenaikan tersebut diharapkan para guru honorer dan guru kontrak bisa betah berada di tempat tugas.

Saat ini Pemkab Teluk Wondama menetapkan upah guru honorer dan guru kontrak sebesar Rp1,5 juta per bulan untuk yang berijazah Strata Satu (S-1).

Upah sebesar itu, katanya, belum sebanding dengan tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari maupun beban kerja yang harus dilakukan para guru honorer dan guru kontrak.

Baca Juga: Tokoh Intelektual  SBB Apresiasi Penunjukkan Brigjen TNI Andi Candra As'adudin Penjabat Bupati Setempat

Hal itu pula yang diakuinya menjadi salah satu faktor penyebab para tenaga pendidik itu sering kali tidak betah di tempat tugas.

“Contoh di Roswar sebagai distrik terluar, dengan upah Rp1,5 juta kalau mereka mau ke kota maka bagaimana dengan biaya transpor mereka ke kota maupun saat kembali ke tempat tugas. Terus setelah mereka tinggal di sana, tentu membutuhkan biaya hidup," ujarnya.

Terkait upah guru honorer, sejumlah fraksi di DPRD Teluk Wondama saat rapat paripurna pembahasan APBD 2022 beberapa waktu lalu menyuarakan perlunya perbaikan kesejahteraan guru honorer terutama yang bertugas di daerah terpencil atau pedalaman serta daerah-daerah yang sulit lainnya. ***

Baca Juga: Asmara Syahrini Dan Reino Selalu Dapat Cibiran Negatif Netizen

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X