• Selasa, 28 Juni 2022

Program ADPIN Gerakkan Keluarga Indonesia Bangun Keluarga Kecil  Bahagia 

- Selasa, 24 Mei 2022 | 22:31 WIB
Prof Dr Haryono Suyono (kiri).
Prof Dr Haryono Suyono (kiri).
 
 
SUARAKARYA.ID: Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd dinilai mampu mempertahankan Reputasi Badan Kependudukan dan Keluarha Berencana Nasional (BKKBN) sebagai Program KB yang dicintai rakyat banyak, 
 
Penilaian itu disampaikan Prof Dr Haryono Suyono, yang juga mantan Kepala BKKBN, saat menerima Drs Sukaryo Teguh, di kedimanannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Senin (23/5/2022).
 
Seperti diketahui, Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd ditarik ke kantor BKKBN Pusat sebagai Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN). Setelah sebelumnua mengemban tugas sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. 
 
 
Prof Haryono Suyono menjelaskan, program ADPIN merupakan program yang mampu menggerakkan keluarga Indonesia, berjuang membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. 
 
Keluarga yang sering dipelopori suami ikut KB Vasektomi atau keluarga yang menyerahkan istrinya ikut KB dengan menggunakan spiral, Pil atau alat kontrasepsi lainnya. 
 
Biarpun belum merata, Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan penduduk tumbuh seimbang dengan angka TFR sama dengan 2,1 anak. Secara kasar, biarpun masih tidak stabil, angka kelahiran sama dengan angka kematian. 
 
Prof Haryono berharap Teguh, panggilan akrab Deputi ADPIN, menjadi Kepala BKKBN, akan mengisi lubang-lubang tidak seimbang itu. Tapi, kebutuhan tenaga di kantor pusat memaksa Kepala menariknya ke kantor pusat, mengisi kekosongan salah satu Deputi yang amat penting. 
 
 
Lebih lanjut, mantan Menko Kesra dan Taskin ini mengatakan, kedudukannya sebagai Deputi dengan masuknya Unit PLKB di dalamnya, penggerak provinsi dan kabupaten menuju cita-cita penduduk tumbuh seimbang. Diengan menonjolkan yang sudah sempurna dan mengarahkan kekuatan pembangunan mengisi kekurangan.
 
Agar keseimbangan segera terisi tanpa lubang pencebak yang merugikan.  Lubang penjebak itu adalah masih tingginya angka kematian bayi, angka stunting, angka kurang gizi, sertaangka masuk PAUD dan SD yang masih belum 100 persen untuk anak perempuan. 
 
Disertai angka tidak lanjut ke pendidikan menengah, yang masih kecil. Karena, disiapkan untuk nikah pada usia dini atau harus mulai bekerja pada usia muda. 
 
Mantan Ketua Yayasan Damandiri itu menambahkan, apabila materi bahan yang disajikan lengkap dan kompak dari BKKBN, serta utuh dari semua komponen. Bahan itu bisa merangsang dan melengkapi bahan ajar.
 
 
Dari jajaran pemda dan jajaran pemerintah lain, guna membentuk pola penduduk tumbuh seimbang. Komponen kependudukan bisa menjadi kekuatan pembangunan, yang berkelanjutan dan lestari. 
 
BKKBN bisa menjadi panutan pembangunan berbasis kependudukan yang ampuh. Program KB yang disuarakan BKKBN, bisa menjadi panutan masyarakat yang kuat dan diikuti secara bertahap. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X