• Rabu, 29 Juni 2022

BKKBN Genjot Promosi Dan KIE 1000 HPK Guna Cegah Stunting

- Kamis, 19 Mei 2022 | 11:16 WIB
Webinar Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 HPK untuk Percepatan Penurunan Stunting
Webinar Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 HPK untuk Percepatan Penurunan Stunting
 
SUARAKARYA.ID: Stunting pada umumnya bersifat permanen setelah melewati masa 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) bila tidak mendapatkan intervensi memadai sebelumnya. Hal ini menyebabkan siklus antargenerasi berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak baik. 
 
"Karena, perempuan pendek pada saat usia dini dan tetap pendek hingga usia dewasa. Kemudian memberikan resiko stunting terhadap bayi yang dikandung," jelas Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti SE MT, saat membuka acara "Webinar Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 HPK untuk Percepatan Penurunan Stunting", 
yang digelar secara virtual, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
 
Selain itu, lanjutnya, intervensi gizi spesifik terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-24 bulan berkontribusi pada 30 persen penurunan stunting
 
 
Pelayanan kesehatan menjadi kegiatan prioritas untuk mendukung prioritas “Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing”. BKKBN mendukung hal itu dengan melakukan pemberdayaan keluarga (intervensi sensitif), melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB). 
 
"Promosi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai Pengasuhan 1000 HPK (sejak saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun) menjadi kegiatan untuk mendukung intervensi itu," tuturnya. 
 
Dengan target kegiatan  PUS (Pasangan Usia Subur), yang sedang hamil dan keluarga baduta yang terpapar 1000 HPK
 
Di bahian lain, Ketua TP-PKK DKI Jakarta Hj Fery Farhati SPsi Msc menjelaskan, DKI Jakarta terus mempromosikan “Gerakan bagimu” dengan makna bahagiakan anak dari gizi yang cukup dan stimulasi anak. 
 
 
Dikemukakannua, selain gizi perkembangan yang baik membutuhkan kehangatan, kasih sayang. Belaian, pelukan, dan kesempatan agar dapat berkembang secara maksimal. 
 
"Kami di DKI Jakarta berupaya meningkatkan kesadaran keluarga tentang stunting. Melalui gerakan bersama bagimu menuju Jakarta bebas stunting," jelasnya. 
 
Aktivitas yang dilakukan dalam gerakan ini, ujarnya, adalah pendorong ketahanan pangan. Dengan adanya kelas berkebun, yang sudah berjalan 2 tahun, memberikan edukasi mengolah makanan sehat untuk anak anak. 
 
"Yang diolah dari hasil kebun, dengan ini kita membuka akses makanan bergizi untuk anak-anak", ucapnya.
 
 
Selain itu, imbuhnya, juga melakukan edukasi P2K, untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Memberikan sosialisasi pencegahan stunting pada calon pengantin, penyuluhan penyusunan menu pangan, juga menyentuh anak anak remaja dengan gerakan “Remaja Sadar Stunting Itu Keren”. 
 
Sekaligus pula, memaksimalkan peran posyandu sebagai pencegahan stunting. Posyandu memiliki peran besar dalam mempromosikan dan menyebarkan KIE tentang pentingnya 1.000 HPK, serta pos terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak.***

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X