• Rabu, 29 Juni 2022

Lingkungan Sehat, Keluarga Sejahtera Lewat Pengelolaan Limbah Domestik Anorganik  

- Rabu, 18 Mei 2022 | 13:55 WIB
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo.
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo.
 
 
SUARAKARYA.ID: Pada tahun 2020 bekerja sama dengan Pemerintah Seychelles, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Pilot Project Lingkungan Sehat, Keluarga Sejahtera. Pilot Project ini bertujuan menciptakan keluarga yang sehat, bersih, serta sadar akan kebersihan lingkungan
 
Kegiatan ini sebagai salah satu upaya BKKBN dalam menurunkan angka stunting. Demi terciptanya lingkungan yang bersih dan keluarga yang sehat. Dapat memberikan pengaruh terhadap program penurunan angka stunting, yang saat ini menjadi prioritas pemerintah Republik Indonesia. 
 
Hal itu dipaparkan Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), dalam sambutannya saat membuka Workshop Manajemen Pengelolaan Limbah Domestik Anorganik Lingkungan Sehat Keluarga Sejahtera, yang dilaksanakan di Aula Adikarto Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (17/5/2022). 
 
 
Hal di atas sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo, terkait kesehatan. Yaitu masih adanya permasalahan terkait kualitas sumberdaya manusia yang stunting
 
"Presiden menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Artinya, untuk mencapai target itu Indonesia harus menurunkan angka stunting sebesar 2,7 persen tiap tahun dari tahun 2019 hingga 2024," terang Hasto
 
Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili  Asisten I menyatakan, pentingnya kegiatan workshop ini sebagai momentum penting dan strategis. Sebagai pembuka nurani keluarga dan masyarakat, untuk lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga
 
Dalam rangka memperkenalkan dan mengimplementasikan budaya ekologi. Demi terciptanya lingkungan sehat dan lestari.
 
 
"Beberapa hal sederhana yang dapat mulai dilakukan di level keluarga seperti menggunakan air, kertas, listrik dan bahan bakar seefisien mungkin. Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, memilah sampah dan  tidak menggunakan peralatan yang mengandung bahan Chlorofluorocarbon (CFC)," jelasnya.
 
Keterkaitan sampah dengan lingkungan sehat keluarga sejahtera. Karena, ternyata faktor penting yang bisa mempengaruhi kesehatan anak dan ibu adalah faktor sensitif, yang disebut sebagai faktor lingkungan
 
"Itulah kemudian lingkungan ini menjadi faktor penting untuk kesehatan khususnya untuk kualitas SDM yaitu stunting", ujar Hasto.
 
Penyebab stunting ada tiga hal, Pertama suboptimal health yaitu lingkungan yang tidak sehat.  Kedua yaitu suboptimal nutritional, dia kurang mendapatkan makanan yang cukup. 
 
 
"Yang mencegah stunting itu adalah protein hewani asam amino namanya, harus protein hewani dan itu murah, telur cukup, ikan cukup, tetap dia mengandung protein hewani", jelas Hasto.
 
Yang Ketiga, suboptimal parenting, yaitu stres pada anak. Untuk itu anak harus digembirakan dan orang tua tidak boleh egois mempressure anaknya. 
 
"Orangtua pedomannya, didiklah anak cucumu sesuai zamannya, karena dia tidak dilahirkan di zamanmu, parenting itu penting untuk mencegah stunting," tutur Hasto.***

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X